| mencoba menggali mimpi |
Followers
Tampilkan postingan dengan label photograph. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label photograph. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Januari 2012
Rabu, 18 Januari 2012
Pantai Sepanjang. Bule. FB. Teman.
halo semuanya. apa kabar kalian?
semoga baik-baik aja ya. hehe
mau sedikit nyampah aja sih di blog, masih cerita dari Yogyakarta dan sekitarnya.
oke langsung aja, kemarin pagi tiba-tiba pas bangun tidur aku kedapatan SMS dari salah seorang temanku yang bernama DJ. si DJ ini ngabarin kalau temen bule kami di FB, si Nick datang ke Jogja. dan aku diminta buat nemenin Nick jalan-jalan kemarin. sebenernya yang diminta nemenin Nick gak cuma aku sih, tapi ada aku, Bonar, Vina, Eka, dan rupanya si DJ nyuruh aku ngajak pacarku Andre juga buat jalan bareng si Nick. katanya si Nick mau ke Goa Pindul yang ada di Gunung Kidul sana. masalah transportasi rupanya udah diurus sama DJ, dia nyewain mobil buat kami jalan kemarin.
alhasil pukul 13.00 kemarin kami semua pergi menuju Gunung Kidul, tapi gak jadi ke Goa Pindul, kami mengubah destinasi ke Pantai. Nick udah lancar banget bahasa Indonesia (karena dia emang tertarik sama Indonesia dan belajar bahasa Indonesia) bahkan si Nick udah bisa bahasa gahol pake 'lo' 'gue' (oke, baru kali ini temen bule gue ada yang ngomong pake lo gue) hahaha. singkat cerita kami pun pergi ke Pantai Sepanjang. pantainya masih satu deretan sama Pantai Baron, Kukup, dll kok, jadi gak begitu beda jauh pemandangannya. yang membedakan hanyalah pantai Sepanjang ini sesuai dengan namanya memiliki garis pantai yang cukup panjang loh! kebetulan waktu kami kesana kemarin pantai ini sepi banget nget nget, jadi kami bebas mau mainan di sana.
kami main-main di pantai sekitar 1,5 jam doang karena kebetulan kami datang udah pukul 15.30 sore. apalagi langit udah menunjukkan tanda-tanda mau hujan, alhasil kami pun bergegas pulang kembali ke Jogja. meskipun cuma sebentar tapi kami cukup seneng kok. seneng karena bisa jalan rame-rame ke pantai yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya, selain itu temen bule kami si Nick orangnya easy going, jadi sepanjang perjalanan kami ngobrol-ngobrol banyak sama dia. dari sana juga kami tau fakta-fakta menarik soal orang bule dan juga orang-orang di Australia (fyi, Nick ini orang Australia tepatnya dari Sydney).
hahaha. akhir cerita sih pertemuan kemarin sama si Nick cukup seru dan menyenangkan buat aku yang kebetulan emang kadang dulu chat di FB sama dia. meskipun sekarang aku malah jadi sakit tapi ada sedikit oleh-oleh yang bisa ku bawa dari pantai Sepanjang. hehe biasalah oleh-olehnya foto, check these out people
semoga baik-baik aja ya. hehe
mau sedikit nyampah aja sih di blog, masih cerita dari Yogyakarta dan sekitarnya.
oke langsung aja, kemarin pagi tiba-tiba pas bangun tidur aku kedapatan SMS dari salah seorang temanku yang bernama DJ. si DJ ini ngabarin kalau temen bule kami di FB, si Nick datang ke Jogja. dan aku diminta buat nemenin Nick jalan-jalan kemarin. sebenernya yang diminta nemenin Nick gak cuma aku sih, tapi ada aku, Bonar, Vina, Eka, dan rupanya si DJ nyuruh aku ngajak pacarku Andre juga buat jalan bareng si Nick. katanya si Nick mau ke Goa Pindul yang ada di Gunung Kidul sana. masalah transportasi rupanya udah diurus sama DJ, dia nyewain mobil buat kami jalan kemarin.
alhasil pukul 13.00 kemarin kami semua pergi menuju Gunung Kidul, tapi gak jadi ke Goa Pindul, kami mengubah destinasi ke Pantai. Nick udah lancar banget bahasa Indonesia (karena dia emang tertarik sama Indonesia dan belajar bahasa Indonesia) bahkan si Nick udah bisa bahasa gahol pake 'lo' 'gue' (oke, baru kali ini temen bule gue ada yang ngomong pake lo gue) hahaha. singkat cerita kami pun pergi ke Pantai Sepanjang. pantainya masih satu deretan sama Pantai Baron, Kukup, dll kok, jadi gak begitu beda jauh pemandangannya. yang membedakan hanyalah pantai Sepanjang ini sesuai dengan namanya memiliki garis pantai yang cukup panjang loh! kebetulan waktu kami kesana kemarin pantai ini sepi banget nget nget, jadi kami bebas mau mainan di sana.
kami main-main di pantai sekitar 1,5 jam doang karena kebetulan kami datang udah pukul 15.30 sore. apalagi langit udah menunjukkan tanda-tanda mau hujan, alhasil kami pun bergegas pulang kembali ke Jogja. meskipun cuma sebentar tapi kami cukup seneng kok. seneng karena bisa jalan rame-rame ke pantai yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya, selain itu temen bule kami si Nick orangnya easy going, jadi sepanjang perjalanan kami ngobrol-ngobrol banyak sama dia. dari sana juga kami tau fakta-fakta menarik soal orang bule dan juga orang-orang di Australia (fyi, Nick ini orang Australia tepatnya dari Sydney).
hahaha. akhir cerita sih pertemuan kemarin sama si Nick cukup seru dan menyenangkan buat aku yang kebetulan emang kadang dulu chat di FB sama dia. meskipun sekarang aku malah jadi sakit tapi ada sedikit oleh-oleh yang bisa ku bawa dari pantai Sepanjang. hehe biasalah oleh-olehnya foto, check these out people
| ini aku sama si Nick |
| ki-ka : Andre, Vina, Eka, Nick, Bonar |
| menikmati sunset di Pantai Sepanjang :) |
| aku sama Andre <3 |
Rabu, 11 Januari 2012
Pantai Indrayanti
haloo. kali ini aku mau berbagi sedikit cerita dari salah satu objek wisata alam di Gunung Kidul sana nih. tepatnya dari Pantai Indrayanti.
yup. Pantai Indrayanti. apakah namanya terdengar asing? atau malah udah sering banget kita denger nama pantai yang satu ini?
oke, pantai ini emang gak setenar Baron, Sundak, Krakal, dkk karena pantai Indrayanti ini masih tergolong pantai baru. tapi pemandangan alamnya gak kalah luar biasa loh sama deretan pantai lain di selatan Jogja itu.
Pantai Indrayanti dapat ditempuh sekitar 2 jam dari kota Jogja menggunakan kendaraan pribadi.
pantai ini terletak di Kecamatan Tepus Kabupaten Gunung Kidul. letaknya setelah pantai Sundak. *kemarin aku dan pacarku pergi ke sana dan rupanya hari itu adalah hari keberuntungan kami. tau kenapa? karena kemarin di loket yang biasa memungut retribusi tiket masuk tertulis : HARI INI GRATIS. so, kemarin kami masuk ke obyek wisata pantai tersebut GRATIS! hahaha. gak penting banget ya*
di pantai Indrayanti ini tersedia gazebo-gazebo yang berada di pinggiran pantai. jadi jika pengunjung kelelahan bermain-main dengan air laut bisa langsung istirahat di gazebo-gazebo tersebut. selain itu pengelola pantai juga menyediakan tempat menginap apabila ada pengunjung yang ingin menginap disana *fyi disana gak ada listrik :( jadi kalo malam tiba mereka menggunakan tenaga genset*
nah, tarif parkir di pantai ini juga standar lah. cuma Rp 2.000 aja kok untuk parkir motor.
buat kamu-kamu yang mau jalan-jalan ke pantai menikmati alam dari selatan Jogja datang aja ke pantai ini. dijamin gak bakalan rugi deh.
cheers^^
yup. Pantai Indrayanti. apakah namanya terdengar asing? atau malah udah sering banget kita denger nama pantai yang satu ini?
oke, pantai ini emang gak setenar Baron, Sundak, Krakal, dkk karena pantai Indrayanti ini masih tergolong pantai baru. tapi pemandangan alamnya gak kalah luar biasa loh sama deretan pantai lain di selatan Jogja itu.
Pantai Indrayanti dapat ditempuh sekitar 2 jam dari kota Jogja menggunakan kendaraan pribadi.
pantai ini terletak di Kecamatan Tepus Kabupaten Gunung Kidul. letaknya setelah pantai Sundak. *kemarin aku dan pacarku pergi ke sana dan rupanya hari itu adalah hari keberuntungan kami. tau kenapa? karena kemarin di loket yang biasa memungut retribusi tiket masuk tertulis : HARI INI GRATIS. so, kemarin kami masuk ke obyek wisata pantai tersebut GRATIS! hahaha. gak penting banget ya*
di pantai Indrayanti ini tersedia gazebo-gazebo yang berada di pinggiran pantai. jadi jika pengunjung kelelahan bermain-main dengan air laut bisa langsung istirahat di gazebo-gazebo tersebut. selain itu pengelola pantai juga menyediakan tempat menginap apabila ada pengunjung yang ingin menginap disana *fyi disana gak ada listrik :( jadi kalo malam tiba mereka menggunakan tenaga genset*
nah, tarif parkir di pantai ini juga standar lah. cuma Rp 2.000 aja kok untuk parkir motor.
buat kamu-kamu yang mau jalan-jalan ke pantai menikmati alam dari selatan Jogja datang aja ke pantai ini. dijamin gak bakalan rugi deh.
cheers^^
| Ini dia Pantai Indrayanti ^^ |
| Flying Androy ^^ |
| narsis lagi ^^ |
Jumat, 09 Desember 2011
Mengejar Merapi Part 2
Kamis, 08 Desember 2011
Mengejar Merapi Part 1
Masih ingat tragedi erupsi Gunung Merapi tahun 2010 yang lalu?
Well, mungkin buat kalian semua yang tidak mengalaminya secara langsung sudah melupakan kejadian tersebut, tetapi buat aku pribadi yang saat erupsi ada di kota Jogja ini rasanya sulit melupakan bagaimana kepanikan yang terjadi saat Merapi meletus.
Sebenarnya aku sendiri tinggal memang agak jauh dari puncak Merapi, tapi dari jalan menuju kosku biasanya kalau langit sedang cerah-cerahnya kita bisa menikmati panorama pemandangan gunung api teraktif di Indonesia ini (dan mungkin di dunia?). fyi, kosku itu letaknya di Jalan Kaliurang KM 4,5 . mungkin kira-kira sekitar 20-25 km lah dari puncak Merapi? Gak tau juga sih. Hehehe. Intinya sih dari kosku bisa keliatan Merapi deh.
Nah, kebetulan hari ini langit Jogja cerah banget. Saking cerahnya sampai-sampai Gunung Merapi pun kelihatan. Beneran deh keren banget ciptaan Tuhan yang satu ini. Selain Gunung Merapi, aku bisa melihat juga Gunung Merbabu di belakangnya. Wow, tambah kagum aja aku hari ini melihatnya.
Karena bentuk si Merapi yang begitu menggoda untuk didekati maka siang harinya sekitar pukul 13.00 aku dan pacarku, Andre memutuskan untuk melakukan sedikit “petualangan” kecil mengejar Merapi. Awalnya sih kami gak lewat Jalan Kaliurang untuk menuju Cangkringan. Kami malah melalui Jalan Tentara Pelajar terus menuju kea rah utara. Sepanjang menuju arah utara mata kami benar-benar dimanjakan dengan bentuk jelas si Merapi. Hal itu makin membuat kami gak sabaran dan ingin segera cepat-cepat mendekatinya. Begitu ada belokan ke kanan yang menandakan ke sana adalah Kaliurang, langsung aja kami berbelok. Sebenarnya kami berdua belum tahu persis dimana letak dusun Kinahrejo yang katanya menjadi tempat tinggal Alm. Mbah Maridjan sekaligus menjadi dusun yang paling hancur akibat erupsi Merapi 2010 yang lalu. Modal nekat pun kami berbelok begitu menemukan papan petunjuk arah Cangkringan.
Kami pun akhirnya dicegat sebuah pos penjagaan yang memungut retribusi, rupanya kami sudah hampir sampai tempat yang kami tuju. Dengan membayar Rp 6.000 aku dan Andre pun memasuki kawasan yang mungkin bisa kita sebut kawasan Merapi. Beberapa ratus meter dari pos penjagaan pertama ada sebuah pertigaan. Jika belok ke kanan maka akan menuju tempat wisata Kaliadem (setauku tempat ini juga hancur diterjang lahar dingin Merapi) dan lurus menuju dusun Kinahrejo tempat Mbah Maridjan yang terkenal itu. Maka kami pun memutuskan untuk lurus menuju dusun paling tinggi dan paling dekat dengan puncak Merapi tersebut (FYI, dusun tersebut kira-kira 4 km jaraknya dari puncak Merapi). Dengan membayar kembali Rp 2.000 untuk parkir motor (motor tidak diijinkan naik ke atas hingga tempat Mbah Maridjan) maka kami pun berjalan kaki menanjak mendekati Merapi. Merapi benar-benar megah banget banget banget!! Baru kali itu aku sedekat itu dengan gunung berapi yang pernah meluluh lantakkan segala kehidupan yang pernah ada di lereng gunungnya. Dan aku pun semakin terkagum akan kebesaran Tuhan.
Rumah Mbah Maridjan yang konon katanya juga ikut hancur tersapu awan panas memang benar-benar tak bersisa. Yang ada hanyalah tanah kosong dengan pagar bambu di sekelilingnya yang dibuat warga untuk menandakan bahwa dahulu pernah ada rumah salah seorang juru kunci Merapi yang setia memikul tanggung jawabnya hingga akhir hayatnya. Yang menarik perhatianku adalah sebuah mobil APV yang teronggok tak jauh dari “bekas” rumah Mbah Maridjan. Mobil tersebut hangus. Konon itu adalah mobil relawan yang ikut meninggal dunia akibat terjangan awan panas Merapi 2010 yang lalu. Melihat itu semua aku sendiri jadi tidak habis pikir. Bagaimana kondisi di dusun itu pada saat Merapi meletus 2010 yang lalu. Membayangkan betapa dahsyatnya awan panas dan batu-batuan yang terlontar dari kawah Merapi, dan menghancurkan kehidupan yang ada di sekitarnya. Merapi benar-benar mengamuk kala itu. Bahkan para ilmuwan mencatat erupsi Merapi 2010 yang lalu adalah erupsi terbesar daripada yang pernah tercatat dalam sejarah.
Yah, alam memang maha dahsyat. Kini lereng Merapi yang semula gersang akibat terjangan awan panas mulai kembali dipenuhi oleh kehidupan. Perlahan tapi pasti lereng Merapi akan menghijau kembali seperti dulu sebelum terjadi erupsi besar 2010 yang lalu. Aku sendiri tadi juga tercengang melihat tanaman hijau yang mulai tumbuh di lereng Merapi. Tidak ada onggokan debu vulkanik dimana-mana lagi seperti waktu beberapa hari setelah Merapi meletus. Setahun lebih erupsi Merapi telah lewat, dan biarlah kini lereng Merapi kembali memulai kehidupan baru. Tidak ada yang pernah tahu rahasia keajaiban alam. Hanya Tuhan sang Pencipta yang punya kehendak atas ini semua.
Cheers^^
Intan.
P.S : foto petualanganku menyusul besok yaa~
Rabu, 05 Oktober 2011
Pantai Siung~
![]() |
| Pantai Siung |
Pantai Siung merupakan salah satu pantai yang terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di selatan kecamatan Tepus. Jarak tempuh dari kota Jogja ke pantai Siung ini sekitar 70 km dengan lama perjalanan sekitar 2,5-3 jam. Untuk mencapai tempat ini kebanyakan wisatawan berkunjung menggunakan kendaraan pribadi, ini dikarenakan minimnya angkutan umum yang bertujuan ke daerah tersebut.
Tadi siang kebetulan aku dan Andre berangkat dari Jogja menuju ke pantai Siung. Cuaca yang cerah membuat perjalanan kami cukup lancar. Hanya saja perlu ekstra hati-hati nih soalnya meskipun jalanan utama menuju pantai Siung sudah diaspal dengan baik, namun tanjakan dan belokan yang menikung dapat menjadi titik rawan kecelakaan. Jalur Jogja-Wonosari-Baron dan Baron-Tepus merupakan jalur yang kami lalui ketika hendak menuju ke Pantai Siung.
Tak begitu banyak perbedaan pantai Siung dengan pantai lain di Gunung Kidul yang rata-rata memiliki hamparan pasir putih. Hanya saja di pantai ini terkenal karena banyaknya jalur pendakian. Pendakian apa? Tentu saja pendakian tebing. Karang-karang raksasa yang berada di pantai ini memiliki sekitar 250 jalur panjat tebing loh. Selain dapat panjat tebing, di pantai ini juga disediakan camping ground.
Wah, pokoknya kelelahan di sepanjang perjalanan menuju pantai ini akan terbayar begitu melihat pemandangan yang begitu indahnya. Sampai-sampai aku sendiri sebenarnya masih ingin tinggal di pantai itu lebih lama lagi. Oh iya, untuk masuk ke pantai ini tidak dipungut retribusi masuk loh. Tadi aku dan Andre hanya membayar Rp4.000 untuk biaya parkir motor dan juga untuk pemakaian kamar mandi. Murah banget kaaannn? Ayo coba kunjungi pantai Siung ini. Dijamin mau main lagi ke sini. Hehehe. Ini ada beberapa foto-foto aku dan Andre dari Pantai Siung…dilihat yaaa…
![]() |
| langit biru, air laut bening, pasir putih. SUPERB! |
![]() |
| itu karang-karangnya. gede ya.. |
![]() |
| happy me. yaaay! |
![]() |
| Intan sama Andre |
![]() |
| tuh karangnya |
![]() |
| ini pemandangan dari atas karang |
![]() |
| Andre diantara karang |
Kamis, 22 September 2011
Gunung Api Purba Nglanggeran
jadi tadi siang aku, Titis, Roma, dan Andre survey ke daerah Gunung Kidul khususnya ke Gunung Api Purba Nglanggeran. kami survey dalam rangka mencari tempat untuk makrab mahasiswa baru PMK FIB UGM. nah, karena kemarin masih mencari opsi lain untuk tempat makrab makanya kami memutuskan untuk coba survey ke daerah Nglanggeran tadi.
Gunung Nglanggeran terletak di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul. jarak tempuh dari kota Jogja menuju Nglanggeran kira-kira 25 km, sedangkan kalau dari kota Wonosari sendiri sekitar 20 km. ada 2 jalur untuk menuju Objek Wisata ini melalui jalan aspal yang mulus, jika dari arah Wonosari kita melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung/kerajinan Topeng, kemudian menuju Desa Nglanggeran ( Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran ). Jika dari arah Jogjakarta : Bukit Bintang Patuk, Radio GCD FM belok kiri kira-kira 7 KM ( arah desa Ngoro-oro lokasi stasiun-stasiun Transmisi ), menuju desa Nglanggeran (Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran ).
Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, dinyatakan Gunung Nglanggeran adalah Gunung Berapi Purba.
oh ya, untuk masuk ke tempat ini cukup dengan membayar Rp 3000 per orang. dan kalian bisa mendaki gunung tanpa dikenakan biaya tambahan lain. di sini juga ditawarkan berbagai paket untuk acara makrab, camping, atau yang sekedar ingin trekking melihat sunset dan sunrise. harganya beragam untuk perorangnya. namun karena tadi kami hanya survey dan jalan-jalan sebentar jadi kami pun hanya dikenakan Rp 3000 per orangnya.
awalnya sih capek loh naik gunung meskipun memang gunungnya gak setinggi gunung Merapi atau Merbabu, tapi medan yang ditempuh lumayan bikin ngos-ngosan. tadi kami mendaki hanya sampai di gardu pandang pertama. sebenernya masih bisa naik lagi ke atas puncaknya, tapi tadi kami berempat memutuskan untuk turun aja setelah tiba di gardu pandang pertama. capeknya juooosss 
yah, mungkin buat pecinta alam yang suka jalan-jalan atau trekking bisa datang ke wisata Gunung Api Nglanggeran ini. gak rugi lah pokoknya
nih ada beberapa poto-poto kami waktu kami berempat naik, dilihat yaaa...
nih ada beberapa poto-poto kami waktu kami berempat naik, dilihat yaaa...
| Andre, Titis, Roma |
| sebelum naik foto dulu lah |
| Gunung Nglanggeran |
| si ketua PMK FIB |
| pemandangan dari gardu pandang pertama |
| di atas puncak juga masih bisa gaya |
| pemandangan dari atas puncak |
| superb! |
Sabtu, 17 September 2011
light of my life
it is never easy to make our relationship works perfectly
but there is nothing to worry
coz it is never hard to make me fall in love with you,
Dear..
Selasa, 13 September 2011
This is What We Called AMAZING-pics from Candi Ratu Boko
suatu sore di Tamansari
Langganan:
Postingan (Atom)























