suatu ketika di sebuah ruang kelas..
Ibu Guru : Anak-anak, siapa yang punya cita-cita?
Murid-murid : Saya Bu!! (semua mengacungkan jari)
Ibu Guru : Coba Ibu tanya satu satu ya.. Mia, apa cita-citamu?
Mia : Jadi dokter Bu.
Ibu Guru : Bagus. Sekarang coba Andri, apa cita-citamu?
Andri : Jadi pilot.
Ibu Guru : Hebat. Kalau Todi mau jadi apa?
Todi : Jadi arsitek Bu, biar bisa bikin sekolahan yang gede.
Ibu Guru : Wah, keren sekali Todi. Sekarang giliran Nana mau jadi apa?
Nana : Aku mau jadi guru kayak Bu Guru.
Ibu Guru : Bagus sekali Nana. Nah, coba sekarang Ibu tanya cita-citanya April apa?
April : Jadi astronot Bu.
Ibu Guru : Bagus. Sekarang Ibu mau tanya sama Rena. Cita-cita kamu apa?
Rena : Jadi pramugrari Bu biar bisa keliling dunia.
Ibu Guru : Oke. Kalau Intan mau jadi apa?
Intan : Hm.. Aku mau jadi apa saja deh Bu.
Ibu Guru : Lho? Kenapa apa saja?
Intan : Iya, nanti kalau saya punya cita-cita tapi gak kesampaian kan sakit Bu, jadi lebih baik biar Tuhan saja yang menentukan nanti saya jadi apa. Itu gak akan menyakitkan Bu..
*Cita-cita itu semacam impian, keinginan di masa depan yang berusaha manusia wujudkan. hanya saja dalam perjalanannya belum tentu semulus yang orang duga. Tuhan bisa mengubah takdir, tapi manusia tak bisa melakukan apa-apa. Manusia hanya bisa bermimpi dan berusaha. Dan lagi-lagi Tuhan yang menentukan. Mungkin aku hanya kurang berusaha saja karena mimpiku tak terlalu kuat*
Followers
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 Januari 2012
Sabtu, 31 Desember 2011
2-0-1-(1)(2)
tik tok tik tok..
kurang dari 24 jam semua umat manusia di bumi ini akan merayakan pergantian tahun.
kurang dari 24 jam 2011 akan ditinggalkan dan saatnya menuju 2012.
well, bagiku sih mungkin pergantian tahun tidaklah menjadi hal yang sangat menggemparkan.
aku justru kadang bertanya-tanya :
sudahkah aku melakukan yang terbaik di tahun yang telah kulewati?
yah, 2011 yang lalu pastinya ada begitu banyak kilasan peristiwa yang telah terjadi.
baik atau buruk.
susah atau senang.
tawa atau air mata.
marah atau maaf.
semuanya pasti pernah terjadi di 365 hari yang telah terlewati di tahun 2011.
semoga saja 2011 tidak lewat begitu saja tanpa makna.
ada pelajaran dan pengalaman baru yang bisa kita petik dari setiap peristiwa.
seperti kebanyakan orang lain, setiap awal tahun mungkin ada resolusi ataupun rencana-rencana baik dalam jangka pendek maupun panjang untuk satu tahun ke depan yang telah aku persiapkan.
kebanyakan rencana tersebut menyangkut studiku.
yah karena ini tahun terakhirku di bangku kuliah, sehingga aku ingin membuat segala sesuatunya baik dan tepat pada waktu.
dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan di tahun 2012 salah satu harapanku adalah lulus kuliah.
yup, bukan suatu hal yang kelihatannya mudah, tapi mungkin juga belum tentu sesulit yang ku bayangkan.
hanya saja butuh usaha dan doa dalam mengerjakan bagianku.
setelah lulus mau kemana?
harapanku yang kedua adalah kerja.
yup, mencari pekerjaan dan menghasilkan uang.
ini juga bukan hal yang kelihatannya mudah namun mungkin juga tidak sesulit yang ku bayangkan.
hanya saja butuh usaha dan doa dalam mengerjakan bagianku.
lulus kuliah dan bekerja menjadi sorotan utamaku untuk tahun 2012 mendatang.
untuk hal-hal lainnya aku merindukan di tahun yang baru aku juga semakin taat akan Tuhan. kerinduanku untuk bisa tetap selalu dekat padaNya di tahun yang akan datang. aku sadar mungkin terkadang aku lupa akan Tuhan. dan aku harus mengakuinya dalam beberapa kondisi dan situasi terkadang aku mengandalkan diriku sendiri dan melupakan ada tangan lain yang lebih hebat yang sesungguhnya bisa dan tetap selalu dapat ku andalkan. yang ku lakukan hanyalah berserah.
namun tetap saja aku 'nakal'.
2012 mendatang aku rindu lebih dekat lagi padaNya.
aku rindu Ia ubahkan diriku dan hatiku yang masih dipenuhi hal-hal duniawi dan kedagingan ini.
selain hal spiritualitas tadi aku juga rindu agar hubunganku dengan keluargaku, khususnya kedua orangtuaku juga semakin berkualitas. aku rindu untuk menjadi dewasa dan menjadi kebanggan bagi kedua orangtuaku. terkadang aku merasa aku masih seperti anak kecil yang jahat yang belum bisa mengerti kedua orangtuaku sendiri dengan baik. yah, semua memang butuh proses belajar untuk menjadi lebih dewasa.
mungkin untuk saat ini itulah hal-hal yang ingin aku perbaiki ke depannya.
semoga tahun yang baru nanti membawa damai dan pengharapan yang baru juga buat kita semua.
selamat menyongsong tahun yang akan datang.
Tuhan memberkati ^^
Minggu, 11 Desember 2011
bersukacita, berdoa, mengucap syukur!
Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.- 1 Tesalonika 5:16-18
yes. hari ini baca ayat tersebut di gereja. dan aku pun sempat sedikit terhenyak sesaat begitu membacanya.
pesan dalam ayat tersebut memang singkat namun jelas.
ada 3 hal penting yang hendak disampaikan oleh ayat tersebut.
1. bersukacita senantiasa
2. tetap berdoa
3. mengucap syukur
mungkin ketiga hal tersebut kelihatannya mudah untuk dilakukan, tapi aku lantas tersadar apa memang aku bisa melakukan ketiga hal tersebut sekaligus dalam segala hal?
nah loh?
dalam segala hal-nya sengaja aku underline dan aku miringkan karena memang itulah sebenarnya yang menurutku bermasalah.
orang memang sering kali dapat mengucap syukur, dapat berdoa, dan bahkan bersukacita di saat yang bersamaan ketika dia sedang dalam kondisi baik-baik saja. katakanlah contohnya begini, seorang mahasiswa yang mendapat nilai UAS A untuk semua mata kuliahnya pastilah langsung bergembira, langsung bisa mengatakan "Puji Tuhan" ataupun langsung berdoa mengucap syukur karena Tuhan telah menyertainya selama UAS hingga ia memperoleh hasil yang maksimal. mudah sekali kan untuk melakukan ketiga hal tersebut ketika keadaannya baik-baik saja?
sekarang kita balik, bagaimana bila seorang mahasiswa yang sudah belajar mati-matian untuk UAS, namun rupanya ia mendapat nilai di bawah teman-temannya yang mungkin berbuat curang? mungkin si mahasiswa ini langsung sebel, kesal, dan bahkan bilang "Tuhan, kok gak adil sih? aku gak nyontek tapi dapat jelek sedangkan temanku yang nyontek malah dapat nilai A"
nah loh?
seringkali kita mudah bersuka, mudah untuk tetap setia berdoa padaNya, dan mudah untuk mengucap syukur atas hal-hal BAIK yang terjadi dalam hidup kita. dan ketika hal-hal BAIK tadi belum Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita bukankah kerjaan kita biasanya hanya menggerutu ini dan itu, marah sama Tuhan, bahkan kecewa?
ah aku jadi kepikiran, seandainya Tuhan udah capek sama kita semua yang kadang mau enaknya aja mungkin suatu saat nanti Dia akan berkata "Ah dasar gak tau terimakasih lo."
kalo udah kayak gini mungkin Dia bakal nyentil kita satu per satu trus lenyaplah kita semua.
berabe kan?
tapi Allah kita masih sabar loh dan tetap mengasihi kita.
Dia gak pernah lelah kasih yang terbaik buat kita karena memang gak ada sesuatu apapun yang buruk di berikanNya pada kita. bahkan yang buruk sekalipun nantinya akan diubah olehNya menjadi kebaikan loh. gak percaya? tunggu aja waktuNya. Tuhan aja gak pernah mengeluh walaupun kita cerewet banyak maunya.
makanya selagi kita menunggu waktuNya tiba kita masih tetap harus bersukacita, berdoa, dan bersyukur. hal baik, hal buruk, semuanya harus tetap kita lalui dengan penuh sukacita dan ucapan syukur. kalau Tuhan mengijinkan semua itu terjadi dalam kehidupan kita percaya aja deh sama Dia. segala sesuatu akan baik-baik saja kok. karena Tuhan beserta kita :)
cheers,
Intan^^
Jumat, 21 Oktober 2011
GOD is GOOD all the time!
yes, sedikit kesaksian aja nih buat kalian semua yang membaca blogku ini.
percaya semua kan kalo Tuhan itu baik. bahkan teramat sangat baik sama aku dan kamu.
gak percaya?
well, awalnya beberapa minggu yang lalu mungkin lebih tepatnya sekitar 2-3 minggu yang lalu aku sempat GALAU. (btw, GALAU disini bukan God Always Listening Always Understanding loh. hehe) tapi beneran galau tingkat dewa yang emang bener-bener lagi galau lah ya. pokoknya intinya waktu itu aku lagi galau. galau kenapa? tentu saja yang diGALAUin sama anak semester akhir tu ya soal skripsi. 
hmm..kok bisa galau skripsi? mungkin beberapa dari kalian udah baca postingan-postinganku di blog sebelumnya yang bilang kalo aku dalam masa menunggu proposal penelitianku di ACC oleh pihak jurusan. dan untuk itu aku harus menunggu hampir 1 bulan loh. ya nunggu 1 bulan itu gimana gak galau? belum jelas tema yang aku ajukan buat skripsi bakal di ACC apa gak, belum jelas siapa dosen pembimbing skripsiku nanti, belum jelas ini dan itu, pokoknya banyak kekhawatiran yang muncul saat itu mengenai skripsi. dan itu berdampak negatif sama diriku.
kekhawatiran yang berlebihan emang bikin otak jadi butek. catet ya BUTEK! kenapa bisa gitu? karena kalo kita khawatir maka semuanya kelihatannya salah, kelihatannya gak beres, kelihatannya takut ini dan itu, dan sebagainya. aku pun jadi gak beres gara-gara saking khawatirnya nungguin keputusan proposal penelitian yang aku ajukan itu.
sempat gak percaya dan marah dan kecewa sama Tuhan adalah bentuk dari kekhawatiranku saat itu. kok bisa? iya, pasti bisa kayak gitu. saat itu aku merasa kenapa Tuhan begini kenapa Tuhan begitu sama aku, aku merasa pesimis kenapa nih proposal penelitian lama banget pengumuman di ACC apa gaknya, aku takut nanti kalo ditolak tema yang aku ajukan trus aku mesti gimana. yah sampai pada di satu titik yang membuatku sedikit kecewa dan menyalahkan Tuhan. mempertanyakan kenapa Tuhan?
aku tahu itu salah banget. bahkan di saat tersulit yang kita hadapi dalam hidup pun gak seharusnya kita kecewa atau bahkan marah sama Tuhan. karena apa? karena semua yang Tuhan rencanakan dalam hidup kita tuh baik adanya!!!!
iya, Tuhan tuh baik banget loh. sekalipun aku marah dan kecewa sama Dia tapi Dia gak pernah marah sama aku. mungkin Dia kecewa, tapi Dia gak lantas menjatuhkanku begitu aja dan membiarkanku jalan sendirian tanpa penyertaanNya. aku sadar betul bukan karena aku layak untuk Dia kasihi tapi karena Ia mengasihi aku sehingga aku layak.
buatku pribadi, penyertaan Tuhan dalam hidupku itu luar biasa besar. memang tidak semua yang ku inginkan selalu Ia kehendaki, tapi dibalik rencana-rencanaNya yang lain Ia masih setia menyertaiku.
hmm, mungkin kalian berpikir aku bisa ngomong kayak gini karena pada akhirnya aku sadar kalau Ia pasti akan menepati janjiNya memberikan yang terbaik, dan kalian tau? sesuai sama janjiNya itu pada hari ini akhirnya proposal penelitian yang aku ajukan sedari hampir 1 bulan lalu di ACC oleh jurusan, dosen pembimbingku pun sudah ku dapati kini. see? Ia benar-benar menyertaiku. ah, aku jadi malu sendiri sama Tuhan. Ia baik padaku tapi seringkali aku marah padaNya.
yah, satu pesan dariku jangan pernah ragukan penyertaanNya. Dia tahu yang terbaik buat kita dan waktu pertolonganNya selalu tepat.
ini kesaksianku, apa kesaksianmu?
Tuhan Memberkati^^
sempat gak percaya dan marah dan kecewa sama Tuhan adalah bentuk dari kekhawatiranku saat itu. kok bisa? iya, pasti bisa kayak gitu. saat itu aku merasa kenapa Tuhan begini kenapa Tuhan begitu sama aku, aku merasa pesimis kenapa nih proposal penelitian lama banget pengumuman di ACC apa gaknya, aku takut nanti kalo ditolak tema yang aku ajukan trus aku mesti gimana. yah sampai pada di satu titik yang membuatku sedikit kecewa dan menyalahkan Tuhan. mempertanyakan kenapa Tuhan?
aku tahu itu salah banget. bahkan di saat tersulit yang kita hadapi dalam hidup pun gak seharusnya kita kecewa atau bahkan marah sama Tuhan. karena apa? karena semua yang Tuhan rencanakan dalam hidup kita tuh baik adanya!!!!
iya, Tuhan tuh baik banget loh. sekalipun aku marah dan kecewa sama Dia tapi Dia gak pernah marah sama aku. mungkin Dia kecewa, tapi Dia gak lantas menjatuhkanku begitu aja dan membiarkanku jalan sendirian tanpa penyertaanNya. aku sadar betul bukan karena aku layak untuk Dia kasihi tapi karena Ia mengasihi aku sehingga aku layak.
buatku pribadi, penyertaan Tuhan dalam hidupku itu luar biasa besar. memang tidak semua yang ku inginkan selalu Ia kehendaki, tapi dibalik rencana-rencanaNya yang lain Ia masih setia menyertaiku.
hmm, mungkin kalian berpikir aku bisa ngomong kayak gini karena pada akhirnya aku sadar kalau Ia pasti akan menepati janjiNya memberikan yang terbaik, dan kalian tau? sesuai sama janjiNya itu pada hari ini akhirnya proposal penelitian yang aku ajukan sedari hampir 1 bulan lalu di ACC oleh jurusan, dosen pembimbingku pun sudah ku dapati kini. see? Ia benar-benar menyertaiku. ah, aku jadi malu sendiri sama Tuhan. Ia baik padaku tapi seringkali aku marah padaNya.
yah, satu pesan dariku jangan pernah ragukan penyertaanNya. Dia tahu yang terbaik buat kita dan waktu pertolonganNya selalu tepat.
ini kesaksianku, apa kesaksianmu?
Tuhan Memberkati^^
Minggu, 02 Oktober 2011
cantik = mahal??
cantik itu mahal.
setuju gak??
well, mungkin beberapa dari kalian bakalan setuju sama pernyataan diatas atau bisa juga sebagian dari kalian gak setuju sama pernyataan diatas. ya, setiap orang kan punya opininya masing-masing.dan karena negara kita adalah negara yang demokrasi maka bebas-bebas aja kalo kalian gak setuju sama pernyataanku itu.
oke, kita mulai dari definisi cantik dulu. apa sih yang dimaksud dengan cantik? dan seperti apakah cantik itu?
aku pun men-googling untuk mengetahui definisi dari cantik. dan semuanya absurd. maksudku gak ada yang bisa mendefinisikan cantik secara nyata dan jelas. semua kebanyakan bilang cantik itu relatif. orang di Jepang dibilang cantik jika kulitnya lembut dan rambutnya lurus misalnya. trus di Iran tuh wanita dibilang cantik jika memiliki hidung yang mancung dan mungil. sedangkan di Ethiophia nih malah ngeri, wanita dibilang cantik kalo punya bekas luka cakar! nah loh! (sumber klik disini)
according to http://www.artikata.com/arti-323090-cantik.html disana dibilang cantik itu elok, molek (ttg wajah perempuan), indah (dl bentuk dan buatannya), dst....... (klik sendiri link-nya. hehehe)
ya itulah dia dengan cantik. trus gimana dong dengan nasib para wanita yang 'gak' cantik. kata 'gak' itu sengaja aku kutip karena cantik itu relatif yaaa tadi, dan gak cantik tuh maksudku yang penampilannya jauh atau belum sesempurna definisi cantik yang tadi kita udah baca diatas.
how about those girls?????
well, manusia memang dilahirkan berbeda-beda. ada yang punya kulit putih, hitam, rambut ikal, lurus, keriting, hidung mancung, ataupun pesek, tubuh kurus, gendut, tinggi, dan pendek, dan sebagainya. dan semuanya yang ada dalam diri seseorang belum tentu dihargainya dengan sepenuhnya.
contohnya aku. oke, aku boleh punya kulit yang gak terlalu putih tapi juga gak hitam (abu-abu dong -__________-), aku juga gak terlalu gendut dan gak terlalu kurus (fyi, beratku sekarang 56,5 dan tinggiku 165), aku punya mata yang bisa dibilang sipit, aku juga punya banyak jerawat dimukaku, dan hidungku pesek! see? coba bayangkan mukaku yang seperti itu................
aku sendiri sih bukan orang yang peduli sama penampilanku, namun entah mengapa terkadang aku merasa kurang PEDE aja dengan penampilanku yang seperti itu. hidung pesek, pipi chubby, jerawatan, mata sipit, dsb. semuanya tuh rasanya kuraaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnngggggggggggggggggg............... pengennya tuh punya hidung mancung, pipi gak chubby, badan langsing, mata agak belo' dikit, dan muka gak jerawatan. tapi itu pengennya..
sekarang sih sebenernya udah banyak kan skin care gitu yang bisa buat bantu permak muka kita. dulu yang mungkin jerawatan gara-gara rajin perawatan ke skin care gitu sekarang mukanya licin kayak jalan tol. trus dulu yang mungkin hidungnya pesek gara-gara ke dokter plastik dioperasi jadi hidungnya mancung. pokoknya berbagai cara dilakukan jaman sekarang supaya penampilan terlihat mendekati definisi "cantik" tadi.
dan kamu tau kan pasti untuk melakukan perawatan atau operasi tadi juga butuh biaya?
yaiyalah! mana ada hari gini gratisan????
aku pernah tanya sama temenku yang beberapa kali facial gitu ke skin care gitu deh. cuma nanya harganya aja sih sebenernya. dan apa kalian tau dia sekali datang cuma facial aja menghabiskan Rp 65000. hmmmmmmmm...itu cuma facial loh. facial tu kan cuma mencetin jerawat kan ya??hahahahaha (aku belum pernah facial -_________-) oke mungkin kalian akan bilang itu murah. tapi aku juga punya temen yang beli produk-produk dari skin care gitu sampe Rp 450000!!!!! wow!!! padahal yang dibeli juga cuma sabun cuci muka, bedak, krim pagi, krim malem, sekalian es krim juga kali deh 
itu buat yang perawatan ke skin care gitu ya. gimana kalo halnya dengan operasi-operasi itu? operasi plastik buat mancungin hidung lah, ngecilin pipi lah, lancipin dagu lah (ngapain dagu lancip-lancip yak? mau buat ngeletusin balon kali ya), atau bahkan yang lagi tren sekarang sedot lemak biar langsing! nah loh itu mah pasti makan biaya juta-jutaan mameeeennn...
ya kecuali kalo kamu datang ke bukan spesialis operasi plastik gitu ya. kali aja kamu dioperasi pake plastik ember. hiiiiiiiii sereeeeeeemmmmm...
tau kan sekarang kenapa aku bilang untuk cantik itu mahal? ya emang gak selalu mahal sih ya. mungkin mahal itu juga bisa kita katakan relatif. kali aja diantara yang baca ada yang punya pohon duit gak abis-abis jadi bisa pakai uangnya buat perawatan biar cantik gitu? ya monggooooo...
aku cuma mau menekankan satu hal aja sebenernya...
karena cantik itu relatif, jadi kenapa gak kita tanamkan aja rasa PEDE dalam diri kita. cintai deh diri kita sendiri apa adanya (tapi gak seadanya juga kali ya)... mungkin sekali-sekali bisa perawatan diri. pakai masker atau lulur racikan sendiri di rumah kan mungkin lebih hemat, atau olahraga yang teratur dan diet sehat biar langsing kan juga lebih hemat daripada sedot lemak. pokoknya ada berbagai macam cara lah untuk jadi cantik. semua tapi balik lagi kepada tingkat PEDE-mu itu..
akhir kata buat semua perempuan diluar sana yang sedang membaca tulisanku ini,
selamat mempercantik diri dan hati :)
cheers^^
ya kecuali kalo kamu datang ke bukan spesialis operasi plastik gitu ya. kali aja kamu dioperasi pake plastik ember. hiiiiiiiii sereeeeeeemmmmm...
tau kan sekarang kenapa aku bilang untuk cantik itu mahal? ya emang gak selalu mahal sih ya. mungkin mahal itu juga bisa kita katakan relatif. kali aja diantara yang baca ada yang punya pohon duit gak abis-abis jadi bisa pakai uangnya buat perawatan biar cantik gitu? ya monggooooo...
aku cuma mau menekankan satu hal aja sebenernya...
karena cantik itu relatif, jadi kenapa gak kita tanamkan aja rasa PEDE dalam diri kita. cintai deh diri kita sendiri apa adanya (tapi gak seadanya juga kali ya)... mungkin sekali-sekali bisa perawatan diri. pakai masker atau lulur racikan sendiri di rumah kan mungkin lebih hemat, atau olahraga yang teratur dan diet sehat biar langsing kan juga lebih hemat daripada sedot lemak. pokoknya ada berbagai macam cara lah untuk jadi cantik. semua tapi balik lagi kepada tingkat PEDE-mu itu..
akhir kata buat semua perempuan diluar sana yang sedang membaca tulisanku ini,
kalian semua cantik, dan akan lebih cantik jika diimbangi juga dengan hati yang 'cantik'
ngerti dong maksudnya hati yang 'cantik'....hahahahahaselamat mempercantik diri dan hati :)
cheers^^
| aku cantik kann??hahahahaha salam gahooolll! |
Rabu, 21 September 2011
patah hati??? NO WAYYY!!!
yes, sesuai dengan judul di atas "patah hati" is a big NO(karena itu big 'no' jadi aku ngetiknya juga pakai ukuran largest ya, hehehehe)
hmm...let we see....
semalam di chat fb ada salah satu temanku yang sedang sedih, gundah gulana, tersiksa, sekarat, dan hampir mati *hahahaha so sorry if I said like that* gara-gara patah hati. dia cerita sama aku kalau perempuan yang sedang digebetnya ternyata direbut oleh orang lain dan telah bertunangan dengan orang lain tersebut. wow! dalam hatiku aku cuma bisa bilang "kasian banget sih lo, Ta. udah jomblo, mau punya cewek tapi giliran lagi pedekate eh tu cewek malah ditunangin sama orang lain. ckckck." kira-kira begitu dari dalam hatiku aku menjawab statement dia tentang perasaan sedihnya yang ditinggal sang gebetan hampir nikah.. 
hmm, aku jadi berpikir, apakah sakit hati itu memang menyakitkan sekali ya? aku bilang begini bukan karena aku gak pernah merasakan sakit hati loh. ya memang menyakitkan sih awalnya, but life must go on kan, Guys?
jadi inget ada satu ayat di Alkitab yang bilang kurang lebihnya begini "untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya...." (Pengkhotbah 3:1) *thanks buat Mbah Google, berkat dia aku bisa nemuin ayat ini tanpa harus buka Alkitab dan mencari-carinya, hehehehe*
so, according to that statement, have a faith, guys!! bahwa segala sesuatu ada masanya, segala sesuatu ada waktunya. ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk makan *yang ini gue bangeeettt hahahaha*, ada waktu untuk menari, ada waktu untuk marah *asal gak lama-lama marahnya*
pokoknya mah semua ada waktunya deh, dan kalo bisa aku tambahin "ada waktu untuk patah hati" dan pasti akan "ada waktu untuk cari gebetan lagi" hehehehe
nah, intinya sih nyantai aja, mameeeennn...
jangan jadi desperado seakan-akan dunia ini akan segera kiamat gara-gara patah hati. gara-gara patah hati sampai sedih terus menerus dan akut dan akhirnya kurus, trus sakit, trus mati hiiiiiiiiiii....... gak banget deh.
pokoknya mah ya, kalo kata aku nih sabar aja, just wait for the right time and the right person. someday you'll find someone who will be your everlasting truly love *apa sih?? btw grammar gue bener gak nih?*
tapi ada beberapa tips dari aku biar mengatasi patah hati akut dan berkepanjangan nih...
cekidot...
1. sering-sering lah makan cokelat; karena menurut beberapa penelitian *cieilah* cokelat dapat meningkatkan mood seseorang, makanya kalo kamu lagi sedih makan cokelat deh, dijamin tambah sedih gara-gara uangmu habis buat beli cokelat *eh?*
2. perbanyak aktivitasmu untuk melupakan perasaan sakit hatimu itu; nah yang ini sih bahasa lebih tepatnya nyari pelampiasan aja biar gak kepikiran terus tuh sama sakit hati yang kamu alami *asal jangan pelampiasan ke arah aktivitas memamah biak ya, bisa gendut nanti loh...hahaha*
3. sering-sering lah bermain bersama teman sepermainanmu; diharapkan mereka nantinya bisa mengisi kekosongan hatimu yang sedang sedih akibat patah hati atau dalam kasus teman gue ini akibat ditinggal hampir kawin oleh gebetannya. hahahaha. ohya, poin plus dari kegiatan bermain bersama teman-teman ini adalah siapa tahu ada temanmu yang masih jomblo, kamu juga single fighter trus tiba-tiba ciaattttt then you guys fallin' in love. *who knows?
4. tetaplah positive thinking bahwa kamu akan menemukan si Mr/Ms. Right someday; hal ini berlaku bagi kalian yang sudah jutaan kali ditolak ataupun patah hati ataupun diputusin ataupun jomblo seumur hidup *pokoknya yang gitu lah yaaa..gak tega nyebutin satu-satu* 
nah, kayaknya segitu dulu aja tips dari aku. mungkin kalau ada yang mau nambahin atau memberi saran buat para broken hearters di luar sana *ini istilah gue, jadi mungkin gak ada di kamus bahasa inggris manapun hahahaha* silakan saja, ditunggu tambahan tipsnya..
intinya sih always be happy lahhhhh....
cheers^^
dedicated buat teman gue yang sedang patah hati. si ***** hehehehe.piss!
Minggu, 24 April 2011
Paskah
Dear Readers, hari ini adalah salah satu perayaan terbesar bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Ya, hari ini adalah hari Paskah atau hari kebangkitan Yesus Kristus. Disini ada sesuatu yang dirayakan secara serentak oleh semua umat Kristiani yang percaya bahwa pada akhirnya anugerah keselamatan digenapi dengan kebangkitan Yesus Kristus dari maut.
Readers, sebenarnya apa sih yang mungkin Allah inginkan pada kita melalui kebangkitan putera tunggalNya Yesus Kristus tersebut? Apakah esensi dari kebangkitan tersebut bagi iman percaya kita?
Well, aku menangkap disini bahwa karya keselamatan yang kita peroleh oleh karena kebangkitan Yesus telah digenapi dan oleh sebab itu kita sudah seharusnya memaknai Paskah dengan perasaan bersyukur dan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kenapa harus begitu? Karena kita telah ditebus olehNya, Readers! Tanpa kematian Yesus di atas kayu salib dan tanpa kebangkitanNya pada hari yang ketiga setelah Ia disalibkan tidak akan ada kemenangan atas kuasa maut. Ya, Dia yang telah menang atas kuasa maut telah memenangkan kita juga atas kuasa dosa! DarahNya yang telah tercurah di atas kayu salib telah membawa kita—manusia yang berdosa ini—menjadi dekat dengan Allah. Itu ditandai dengan terbelah duanya tabir bait Allah saat Kristus disalibkan. Ada harapan baru bagi manusia-manusia yang berdosa tadi. Ada kemenangan atas kuasa dosa. Ada pengampunan karena darah yang telah tercurah di atas kayu salib tersebut menjanjikan pengampunan dosa bagi manusia. Tentunya disini bagi tiap orang yang percaya dan mau bertobat dengan sungguh-sungguh.
Semangat baru akan kebangkitan Kristus baiknya kita nyatakan dalam kehidupan kita. Kita yang mungkin dulunya hidup dalam kegelapan, kuasa-kuasa jahat, ataupun dosa berubah dan dipulihkan oleh karena kebangkitan Kristus. Ada semangat untuk menjalin kembali relasi yang tadinya terputus dengan Allah. Ada semangat untuk tetap berjuang dalam iman serta pengharapan di dalam Kristus Yesus Juruselamat yang hidup. karya terbesarNya yang telah Ia berikan bagi kita semua sungguh-sungguh nyata, Readers.
Maukah kita memaknai Paskah dengan semangat baru utuk tetap percaya dan semakin bertumbuh dalam Dia? Atau kita hanya terperangkap dalam kehidupan kita yang penuh dengan dosa dan kuasa kegelapan padahal Kristus telah turun ke dunia dan menjadi sama dengan manusia, disalibkan, mati, dan lalu bangkit kembali sebagai tanda adanya pengharapan baru untuk menjalin relasi yang lebih baik dengan Allah? Anda boleh memilihnya, Readers. Namun jangan pernah sia-siakan karya terbesarNya yang telah Ia berikan untuk Anda dan juga saya. Karena keselamatan yang telah Anda dan saya terima hanya ada di dalam Yesus Kristus.
Readers, sebenarnya apa sih yang mungkin Allah inginkan pada kita melalui kebangkitan putera tunggalNya Yesus Kristus tersebut? Apakah esensi dari kebangkitan tersebut bagi iman percaya kita?
Well, aku menangkap disini bahwa karya keselamatan yang kita peroleh oleh karena kebangkitan Yesus telah digenapi dan oleh sebab itu kita sudah seharusnya memaknai Paskah dengan perasaan bersyukur dan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kenapa harus begitu? Karena kita telah ditebus olehNya, Readers! Tanpa kematian Yesus di atas kayu salib dan tanpa kebangkitanNya pada hari yang ketiga setelah Ia disalibkan tidak akan ada kemenangan atas kuasa maut. Ya, Dia yang telah menang atas kuasa maut telah memenangkan kita juga atas kuasa dosa! DarahNya yang telah tercurah di atas kayu salib telah membawa kita—manusia yang berdosa ini—menjadi dekat dengan Allah. Itu ditandai dengan terbelah duanya tabir bait Allah saat Kristus disalibkan. Ada harapan baru bagi manusia-manusia yang berdosa tadi. Ada kemenangan atas kuasa dosa. Ada pengampunan karena darah yang telah tercurah di atas kayu salib tersebut menjanjikan pengampunan dosa bagi manusia. Tentunya disini bagi tiap orang yang percaya dan mau bertobat dengan sungguh-sungguh.
Semangat baru akan kebangkitan Kristus baiknya kita nyatakan dalam kehidupan kita. Kita yang mungkin dulunya hidup dalam kegelapan, kuasa-kuasa jahat, ataupun dosa berubah dan dipulihkan oleh karena kebangkitan Kristus. Ada semangat untuk menjalin kembali relasi yang tadinya terputus dengan Allah. Ada semangat untuk tetap berjuang dalam iman serta pengharapan di dalam Kristus Yesus Juruselamat yang hidup. karya terbesarNya yang telah Ia berikan bagi kita semua sungguh-sungguh nyata, Readers.
Maukah kita memaknai Paskah dengan semangat baru utuk tetap percaya dan semakin bertumbuh dalam Dia? Atau kita hanya terperangkap dalam kehidupan kita yang penuh dengan dosa dan kuasa kegelapan padahal Kristus telah turun ke dunia dan menjadi sama dengan manusia, disalibkan, mati, dan lalu bangkit kembali sebagai tanda adanya pengharapan baru untuk menjalin relasi yang lebih baik dengan Allah? Anda boleh memilihnya, Readers. Namun jangan pernah sia-siakan karya terbesarNya yang telah Ia berikan untuk Anda dan juga saya. Karena keselamatan yang telah Anda dan saya terima hanya ada di dalam Yesus Kristus.
Selamat Paskah^^
Tuhan Memberkati
Minggu, 17 April 2011
kacamata pengharapan
Membaca surat kabar Kompas tebitan hari Minggu 17 April 2011 ini aku langsung mengintip sejenak ke kolom Karir tempat iklan-iklan lowongan pekerjaan ditempatkan. Sejenak mataku membaca baris demi baris maupun kotak demi kotak lowongan-lowongan pekerjaan yang ada disana. Sadar tak menemukan apa yang kucari aku lantas membalik halaman selanjutnya dan begitu seterusnya hingga aku meyakinkan diriku sendiri bahwa lowongan pekerjaan yang ku cari tidak ada.
Well, Readers mungkin aku tahu belum saatnya aku melongok atau mengintip sedikit kolom Karir yang ada di koran tersebut. Aku pun bahkan belum lulus kuliah! Namun aku sudah (mau) merencanakan masa depanku kelak ketika nantinya tiba saat aku lulus kuliah dan terjun ke dalam dunia kerja, dan pertanyaan terbesarku untuk saat ini adalah “Apa yang nantinya akan kukerjakan?” Pernahkan kalian memikirkan hal tersebut? (buat yang belum bekerja) atau pernahkah kalian dulunya memikirkan hal tersebut sebelum kalian bekerja? (buat yang sudah bekerja).
Semua orang punya cita-cita, punya asa, punya impian, punya keinginan, dan punya kemauan segudang lainnya dalam kehidupannya. Pastinya itu semua untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik lagi. Apa ada logikanya orang yang tidak ingin hidup dengan layak dan baik? Tidak! Semua ingin yang terbaik dalam kehidupannya. Sekalipun ada saudara-saudara kita di luar sana yang mungkin belum dapat hidup secara layak dan baik, tapi aku yakin mereka juga menginginkan hidup selayaknya dan dengan sebaik-baiknya. Hanya saja kembali pada rejeki itu datangnya dari siapa dan bagaimana kita dapat mengubah jalan kehidupan kita. Kita tahu bahwa Tuhan sendiri tidak akan membiarkan anak-anakNya kekurangan, Ia pasti akan memberikan dan menyediakan yang terbaik asalkan kita—manusia yang sudah diberi akal budi—dapat berusaha dan memanfaatkan potensi serta talenta yang Tuhan telah berikan kepada masing-masing kita. See? Tuhan kita itu baik!
Oke, balik lagi pada topik mencari kerjaan tadi. Seperti yang telah kita ketahui bersama aku kini duduk di semester 6 jurusan Bahasa Korea sebuah universitas negeri di kota Jogja. Dan Jogja dengan segala macam kegemerlapan budaya serta hiruk pikuk kehidupannya membuatku nyaman berada di kota ini hingga pada tahun ketiga aku berada dalam dekapan sang kota pelajar. Segala sesuatu yang ada dalam kehidupanku terasa begitu menyenangkan dan nyaman. Aku menyukai hidupku dan bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi dalamnya. Hanya saja terkadang ada rasa khawatir ketika aku harus melihat lurus ke masa depan yang entah akan seperti apa nantinya. Begitu banyak hal yang berubah dan ku lewatkan. Begitu ingin aku menyesal dan berharap dapat memutar kembali waktu untuk memperbaiki hal-hal yang telah ku kacaukan, bahkan sedikit berharap untuk men-cancel beberapa hal yang kini aku sesali karena telah terjadi. Tapi aku sadar itu semua tidak mungkin. Hanya ada satu waktu yang terjadi dan itu tidak akan pernah terulang, akan tetapi masih banyak kesempatan di depan sana yang masih dapat kugunakan sekiranya untuk memperbaiki hal-hal yang telah terjadi dalam hidupku. Termasuk untuk studiku ini.
Fine! Apa yang salah dalam studiku? Tidak, tidak ada yang salah ku rasa. Hanya saja aku masih merasa passion-ku bukan dalam jurusan ini. Aku belum merasa disinilah aku harusnya berada, dan dari sinilah aku nantinya akan memulai kehidupan yang sesungguhnya (baca: bekerja). Seperti diawal tadi begitu kuintip ke dalam kolom Karir pastinya tidak ada—atau mungkin belum ada—perusahaan atau lowongan kerja nantinya untuk seorang lulusan bahasa asing sepertiku. Aku tahu sih itu tidak mungkin karena nantinya aku bisa bekerja sebagai penerjemah ataupun guru bahasa ini sendiri. Akan tetapi itu bukan pilihanku. Seorang dosen yang cukup berpengaruh dalam jurusanku pernah berkata pada kami mahasiswanya saat sedang dalam kelas terjemahan. Beliau dengan jelas mengatakan bahwa “It’s gonna be your life!”. Well, it’s disini maksudnya adalah terjemahan, kegiatan membuka kamus, menerjemahkan, dan begitu seterusnya. Itu akan menjadi kehidupan kami nantinya, dan hampir semua anak dalam kelas kami menyangkal hal tersebut. Bukannya kami mau mengingkari itu semua hanya saja mungkin passion kami belum ke sana. Dan bukankah masih ada pekerjaan lain selain menjadi translator—bekerja dengan kamus dan menerjemahkan? Kami masih bisa menjadi yang lain yang kami inginkan. Hanya saja mungkin agak sedikit bertolak belakang dengan apa yang telah kami pelajari selama kuliah. Namun disini aku hanya menekankan tidak ada yang sia-sia. Proses pembelajaran kami selama empat tahun ke depan dalam jenjang S1 dengan jurusan bahasa seperti kami ini nantinya dapat kami terapkan dalam kehidupan kerja kami di depan. Aku yakin akan hal itu. Apa yang telah kami pelajari selama di bangku kuliah tidak akan pernah sia-sia. Hanya saja kamu harus memakai kacamata dari sudut pandang yang lebih ber”pengharapan” (sebut saja seperti itu).
Mungkin kini Anda sedang bimbang dalam masa depan Anda. Entah masalah studi, pekerjaan, ataupun yang lain. Tapi semua kuncinya hanya pengharapan dan bagaimana kamu melihat sisi baik dalam kehidupanmu. Tidak ada rasa khawatir—sekalipun kekhawatiran itu wajar—namun ku rasa yakinkan dirimu pada sang Pencipta dan Dia pasti memberi yang terbaik. Hingga pada akhirnya nanti kamu bisa melewati semua yang dulu pernah kamu khawatrikan. Dan aku kini dapat melewati 6 semester hingga saat ini karena pertolongan dari Tuhan saja. Jangan khawatir dan ragu. Ia turut mengerjakan apa yang baik bagi kita.
Selamat Memakai Kacamata Pengharapan.
Tuhan Memberkati
1 Petrus 5:7 “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Cheers,
Intan^^
Senin, 11 April 2011
mulutmu harimaumu
Wah kemarin aku belajar tentang hal baru. Bagaimana kita berhati-hati menjaga mulut kita.
Guys, mungkin pernah tanpa kita sadari kita seringkali menyakiti hati orang-orang di sekitar kita dengan ucapan yang kita lontarkan dari mulut kita. Terkadang maksud kita mungkin bercanda tapi orang lain menanggapinya beda. Terkadang maksud kita untuk memberi masukan positif tapi orang yang menanggapinya bukan seperi itu.
Dan hal ini terjadi padaku. Salah satu sohibku di persekutuan mahasiswa marah padaku. Aku tau aku salah telah melontarkan bercandaan yang mungkin tidak berkenan di hatinya, padahal maksudku bukan seperti itu. Aku nggak pernah mau menyakiti hati orang lain karena aku juga nggak mau disakiti. Tapi rupanya temanku itu sakit hati padaku. Aku tau dia sedang ada masalah dan dia sedang sensitif, dan aku merasa menjadi orang paling jahat sedunia karena telah membuat dia sakit hati.
Sebenarnya ketidaksengajaanku itu mungkin memang dapat dibilang berakibat fatal. Tadi dia memang marah padaku. Aku sudah mencoba minta maaf padanya. Dia memang pernah suatu waktu bilang padaku kalo aku tipe orang yang kalo bicara blak-blakan, terlalu kurang ajar mungkin kalo bahasa kasarku. Ku harap dia mengerti aku, aku memang manusia yang nggak sempurna 100% seperti Tuhan. Nggak mungkin dalam hidupku aku nggak pernah bikin orang lain jengkel. Aku hanya meminta kesempatan kedua Tuhan, aku nggak mau kehilangan sahabatku. Aku cuma bisa berharap dia dapat memaafkanku secepatnya karena aku tipe orang yang sangat perasa. Aku paling nggak bisa kalo ada orang yang marah sama aku, sebisa mungkin aku akan meminta maaf pada orang tersebut dan sebisa mungkin aku menyelesaikan masalah tersebut. Aku selalu berusaha menjadi orang yang baik, aku cuma nggak mau dijahatin sama orang. Aku sedih sekarang nggak tau harus gimana. Tapi aku belajar satu hal dari kejadian ini. aku harus lebih berhati-hati berbicara. Aku cuma nggak ingin membuat orang lain tersakiti dengan apa yang akan kuucapkan nanti.
Ah untungnya saja temanku sudah memaafkanku. Aku tau dia agak sedikit sensi dengan masalahnya. Tapi aku senang masalah kami sudah clear. Aku benar-benar minta maaf sama dia. Aku merasa nggak enak lah sebagai sohibnya karena udah bikin salah sama dia.
Well, selamat hari Senin semua, semoga damai hari ini bisa dirasakan kita semua yang sedang memiliki pergumulan dengan orang-orang yang kita kasihi.
Tuhan Memberkati
Cheers,
Intan
Guys, mungkin pernah tanpa kita sadari kita seringkali menyakiti hati orang-orang di sekitar kita dengan ucapan yang kita lontarkan dari mulut kita. Terkadang maksud kita mungkin bercanda tapi orang lain menanggapinya beda. Terkadang maksud kita untuk memberi masukan positif tapi orang yang menanggapinya bukan seperi itu.
Dan hal ini terjadi padaku. Salah satu sohibku di persekutuan mahasiswa marah padaku. Aku tau aku salah telah melontarkan bercandaan yang mungkin tidak berkenan di hatinya, padahal maksudku bukan seperti itu. Aku nggak pernah mau menyakiti hati orang lain karena aku juga nggak mau disakiti. Tapi rupanya temanku itu sakit hati padaku. Aku tau dia sedang ada masalah dan dia sedang sensitif, dan aku merasa menjadi orang paling jahat sedunia karena telah membuat dia sakit hati.
Sebenarnya ketidaksengajaanku itu mungkin memang dapat dibilang berakibat fatal. Tadi dia memang marah padaku. Aku sudah mencoba minta maaf padanya. Dia memang pernah suatu waktu bilang padaku kalo aku tipe orang yang kalo bicara blak-blakan, terlalu kurang ajar mungkin kalo bahasa kasarku. Ku harap dia mengerti aku, aku memang manusia yang nggak sempurna 100% seperti Tuhan. Nggak mungkin dalam hidupku aku nggak pernah bikin orang lain jengkel. Aku hanya meminta kesempatan kedua Tuhan, aku nggak mau kehilangan sahabatku. Aku cuma bisa berharap dia dapat memaafkanku secepatnya karena aku tipe orang yang sangat perasa. Aku paling nggak bisa kalo ada orang yang marah sama aku, sebisa mungkin aku akan meminta maaf pada orang tersebut dan sebisa mungkin aku menyelesaikan masalah tersebut. Aku selalu berusaha menjadi orang yang baik, aku cuma nggak mau dijahatin sama orang. Aku sedih sekarang nggak tau harus gimana. Tapi aku belajar satu hal dari kejadian ini. aku harus lebih berhati-hati berbicara. Aku cuma nggak ingin membuat orang lain tersakiti dengan apa yang akan kuucapkan nanti.
Ah untungnya saja temanku sudah memaafkanku. Aku tau dia agak sedikit sensi dengan masalahnya. Tapi aku senang masalah kami sudah clear. Aku benar-benar minta maaf sama dia. Aku merasa nggak enak lah sebagai sohibnya karena udah bikin salah sama dia.
Well, selamat hari Senin semua, semoga damai hari ini bisa dirasakan kita semua yang sedang memiliki pergumulan dengan orang-orang yang kita kasihi.
Tuhan Memberkati
Cheers,
Intan
Sabtu, 05 Maret 2011
belajar dari pensil
Dear Readers, kali ini aku mau bagi sedikit tulisan tentang “pensil” yang cukup inspiratif dan wajib di baca buat kamu-kamu yang ngerasa dirinya gaul. Hahahaha
Oke, kalian semua pasti tau pensil kan ? Sebuah benda sederhana tapi jangan salah ya Readers, dari kesederhanaan si pensil itu bukan berarti kita nggak bisa belajar dari pensil. Pensil punya 5 kualitas hidup yang bisa jadi bekal dalam menjalani kehidupan kita. Nggak percaya? Check this out…
Kualitas pertama, pensil mengingatkan kita kalau kita bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kita nggak boleh lupa kalo ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. inilah tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya.
Kualitas kedua, kadang dalam proses menulis dengan pensil beberapa kali kita harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil kita. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita, tapi setelah proses meraut selesai si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Sama halnya dengan kita, dalam hidup ini kita juga harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena sering kali justru dari hal-hal itulah kita akan menjadi orang yang lebih baik.
Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini bukanlah hal yang jelek. Justru dari perbaikan itulah kita bisa tetap berada pada jalan yang benar.
Kualitas keempat, kita semua tahu bagian yang penting dalam sebuah pensil bukanlah bagian luarnya melainkan bagian dalamnya, yaitu si arang yang ada di dalam pensil. Seindah apapun pensil itu dihias, tapi kalo nggak ada isinya kan jadi nggak berguna. Oleh sebab itu, selalu sadari hal-hal di dalam dirimu. Introspeksi diri dan jangan menyalahkan orang lain terlebih dahulu.
Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda atau goresan. Seperti juga halnya dengan kita dan hidup kita. Sadari kalau apapun yang kita perbuat dalam hidup kita akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalu hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan agar tidak menyakiti orang lain.
Nah Readers, itu dia tadi 5 kualitas pensil yang bisa dicontoh dalam kehidupan kita. Emang sih Tuhan yang menulis hidup kita, tapi apa kita sudah menjadi pensil yang baik dan berguna bagiNya?
Selamat belajar dari pensil Readers. Semoga tulisan ini bisa menjadi berkat buat kita semua.
Cheers^^
sumber : bonus renungan harian Spirit Next Maret 2011
Kamis, 03 Maret 2011
Dengarkan orang lain ketika kamu juga ingin didengarkan!
Dengarkan orang lain ketika kamu juga ingin didengarkan!
Okey, Readers, mungkin beberapa dari kita terkadang mengacuhkan hal yang satu itu.
Ketika kita berharap untuk bisa didengarkan tetapi kita malah tidak mendengarkan orang lain. Alih-alih mendengarkan orang lain eh kita malah asyik sendiri.
Banyak orang di luar sana—dan aku percaya itu ada juga diantara aku dan kamu—yang terkadang mengacuhkan orang lain ketika mereka butuh telinga untuk berkeluh kesah atau sekedar berbagi cerita. Akan tetapi ketika kita kelimpungan kesana kemari mencari telinga untuk sekedar bisa berbagi cerita kita “memaksa” orang lain untuk menyedengkan telinganya. Sadarkah kalian akan hal itu, Readers?
Jika tidak, coba kita lihat lagi. Bukankah itu sangat egois, Readers? Bayangkan bagaimana rasanya ketika tidak ada orang yang bersedia telinganya kamu jadikan tempat sampahmu *ya iyalah…hahaha* Oke maksudku bukan tempat sampah dalam artian kotor yang seperti tong atau tempat biasa kamu buang sampah di jalanan atau rumahmu, tapi tempat kamu bisa mencurahkan segala hal; entah itu perasaanmu ataupun cerita-cerita pengalaman hidup. Coba kalian bayangkan, Readers. Kalian dicuekin ketika kalian mau cerita betapa berat hari yang telah kalian lalui. Atau ketika kalian hendak bercerita tentang tempat makan yang enak, atau pengalaman lainnya. gmna rasanya menjadi “terabaikan”? pasti nggak enak banget. Dan aku yakin hal tersebut akan membuat kalian merasa nggak dihargai dan ujung-ujungnya kalian malas berbicara lagi dengan orang yang sama—dan mungkin dengan orang yang bersifat sama dengan itu. Dan lebih parahnya Readers, bisa saja ketika kita nyuekin seseorang yang sedang merasa butuh didengarkan dia akan berubah sifatnya menjadi seseorang yang tertutup karena dia akan merasa nggak ada yang mau dengerin dia cerita, jadi buat apa dia cerita.
Dear Readers, kalo kamu ngaku sebagai orang yang peduli, kalo kamu ngaku sebagai orang yang punya hati, maka mulai dari sekarang dengerin deh kalo ada orangtuamu, sahabatmu, temanmu, pacarmu, atau saudaramu, atau siapapunlah itu yang sedang butuh didengarkan. Nggak rugi kok ngasih sedikit waktu kita untuk mendengarkan orang lain.
Kita mendengarkan mereka kan juga karena suatu saat nanti kita pasti butuh didengarkan juga. Jadi nggak ada salahnya kalo kamu mulai duluan dengan mendengarkan orang lain dahulu. Jangan biarkan rasa egois dan ketidakpedulianmu itu menang, Readers.
Ingat loh, nggak selamanya kita bisa jadi individu yang nggak butuh orang lain. Suatu saat nanti kita pasti akan dibutuhkan dan membutuhkan.
Jadi, selamat mendengarkan orang lain terlebih dahulu. Baru kita bisa minta orang lain mendengarkan kita
Gbu (^o^)
Langganan:
Postingan (Atom)
