Followers

Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2011

Harmony (하모니)

dear readers,
kali ini aku mau share another Korean movie yang judulnya Harmony (하모니). nah, film yang disutradarai oleh Kang Dae Kyu ini dirilis pada bulan Januari 2010 yang lalu. mungkin udah setahun lewat tapi aku yakin belum semua dari kita yang udah nonton film ini kan?

anyway, film ini menceritakan para wanita tahanan sebuah penjara di Korea yang bertemu satu sama lain lalu berteman. kebetulan mereka tinggal dalam satu sel yang sama, sehingga persahabatan dan kekeluargaan di antara mereka sangatlah erat.
salah seorang dari wanita tersebut bernama Jeong-Hye (yang diperankan oleh Kim Yun Jin) melahirkan anaknya saat dia di penjara. dia merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan suaminya. kemudian ada juga kisah Moon Ok (diperankan oleh Na Moon Hee) yang merupakan profesor dalam bidang musik di sebuah universitas. ia dipenjara karena telah membunuh suaminya yang berselingkuh dengan rekannya.

suatu ketika para wanita di penjara tersebut membentuk sebuah paduan suara atas usulan dari Jeong Hye. Jeong Hye menginginkan anaknya yang ia lahirkan di penjara bisa mendengar suaranya ketika bernyanyi, sehingga ia pun memprakarsai latihan paduan suara para wanita di tahanan tersebut. banyak hal-hal yang terjadi ketika mereka hendak membentuk paduan suara para wanita penjara ini. mulai dari kepala penjara Bang Kwang Jang (diperankan oleh Jang Yeong Nam) yang tidak menyukai dan mengunderestimate kehadiran paduan suara tersebut, hingga hadirnya seorang narapidana baru yang ternyata memiliki suara indah bernama Kang Yu Mi (diperankan oleh Kang Hye Won).

akan tetapi berkat usaha dan kerja keras semua pihak yang pantang menyerah paduan suara para narapidanan wanita ini pun akhirnya diundang untuk tampil di suatu acara bergengsi. di sana mereka akan menunjukkan keterampilan mereka dalam bernyanyi dan acara tersebut menjadi ajang reuni bagi mereka yang sudah lama terpisah jauh dari keluarganya. pada akhirnya nanti mereka semua akan bertemu dengan keluarganya, bahkan Jeong hye akan bertemu anaknya Min Woo yang telah beranjak besar dan dirawat oleh orangtua asuhnya. kemudian Moon Ok juga akan bertemu dengan anaknya yang semula membenci dirinya akrena telah membunuh suaminya sendiri.

film yang berdurasi sekitar 115 menit cukup menarik untuk ditonton. film ini mengajarkan pada kita untuk tidak menyerah dan bagaimana ikatan persahabatan yang erat bisa mengalahkan segala perbedaan yang ada. sekalipun para wanita tadi merupakan narapidana yang tersangkut kasus pembunuhan, namun mereka juga memiliki hati yang saling peduli satu sama lain.

well, silakan dicari sendiri filmnya. mungkin endingnya agak menggantung, tapi siap-siap tisu jika kalian memang benar-benar menghayati film ini dari awal :)


cheers,^^

Intan

Rabu, 06 April 2011

My Girlfriend is a Gumiho (내 여자친구는 구미호)


Chingu-yaaa.. kali ini ada sedikit review serial Korea nih dari aku.
Serial ini mungkin udah agak lama sih, pertama kali muncul sekitar tahun 2010 kemarin, mungkin aja kalian ada yang belum pernah nonton atau denger judulnya, so kali ini aku mau bahas tentang serial My Girlfriend is a Gumiho (내 여자친구는 구미호).



Anyway, dalam serial yang totalnya ada sekitar 16 episode ini dikisahkan Cha Dae Woong (diperankan oleh Lee Seung Gi) merupakan anak yatim piatu yang sejak kecil diasuh dan tinggal bersama kakek serta bibinya. Cha Dae Woong merupakan laki-laki pemberontak yang bercita-cita menjadi pemain film. Suatu ketika Dae Woong kabur ke luar kota sebagai aksi protesnya akan sikap kakeknya yang hendak mengirim dia studi keluar negeri. Namun kemudian Dae Woong tersesat dan akhirnya dia bertemu dengan seorang biksu yang membawanya ke sebuah kuil. Tak jauh dari kuil tempat Dae Woong menginap ada sebuah kuil tempat dipamerkannya lukisan Gumiho bersama Nenek Tiga Dewa. Gumiho (diperankan oleh Shin Min Ah) sendiri merupakan mitos tentang siluman rubah yang memiliki 9 ekor  dan turun ke dalam dunia manusia dalam wujud seorang gadis cantik dengan tujuan mencari suami. Apabila Gumiho mendapatkan seorang suami maka ia dapat menjadi manusia. Namun karena tersiar kabar bahwa Gumiho memakan daging manusia, sehingga tidak ada satu pria pun yang berani untuk datang menemui Gumiho. Gadis cantik tadi pun akhirnya kembali berubah menjadi rubah karena sedih dan kemudian ia dikunci dalam lukisan oleh Nenek Tiga Dewa.



Dae Woong yang tidak tahu menahu soal terkuncinya Gumiho dalam lukisan tersebut pun tanpa sengaja melepaskan Gumiho dari lukisan tersebut dengan cara menggambar kesembilan ekor rubah karena diperintahkan oleh suara yang sebenarnya adalah suara Gumiho tadi. Gumiho tadi pun bebas dan mengikuti Dae Woong yang lari ketakutan hingga jatuh ke dalam jurang dan sekarat. Akan tetapi nyawa Dae Woong selamat karena Gumiho memberikan nyawanya kepada Dae Woong. Lanjut cerita Dae Woong pun pada akhirnya mengetahui bahwa gadis yang menolongnya adalah Gumiho. Ia lalu tinggal bersama-sama dengan Mi Ho—nama untuk Gumiho yang diberikan oleh Dae Woong agar orang-orang di sekelilingnya tidak menyadari bahwa Mi Ho sebenarnya adalah siluman rubah.

Nah, ceritanya nggak berhenti sampai disitu aja kok Readers, nanti di tengah-tengah cerita juga muncul konflik dari Eun Hae In yang menyukai Dae Woong dan berusaha memisahkan Mi Ho dari Dae Woong. Ada juga Park Dong Ju yang ternyata setengah manusia setengah bukan dan memiliki pisau yang dapat membunuh siluman. Kemudian ada cerita cinta antara bibi Dae Woong dengan sutradara Ban. Pokoknya seru lah dalam 16 episode tersebut. hingga nanti pada akhirnya Dae Woong jatuh cinta pada Mi Ho.

So, cepet dicari di rental VCD/DVD terdekat kalo emang kalian tertarik nonton serialnya. FYI, ni serial lumayan romantis tapi kocak kok. Kita bisa belajar mencintai seseorang tanpa perlu memandang dia siapa atau apa, dan lewat serial ini kita bisa belajar juga untuk berkorban dengan orang yang kitaa cintai. Tunggu apa lagi? Cepet ditonton yaaa...


Selasa, 08 Maret 2011

Windstruck (Korean Movie)

Dear Readers, kali ini mau share lagi satu film yang udah agak lama dari tanah Korea^^
Hehehe. Film dengan judul Windstruck ini bergenre fantasy-romantic komedi.
Wow,pasti nggak kebayang ya kayak apa filmnya,
buat kamu yang udah pada nonton mungkin ada yang bilang fimnya aneh jalan ceritanya, nggak terlalu sedih tapi lucu juga nggak. Tapi menurutku film ini lumayan lho buat di tonton dan cukup menghibur serta memberi warna dalam dunia perfilman Korea (hohoho..sok tau)



Anyway, film ini dibintangi sama Jun Ji-hyun, dia ni berakting sebagai Yeo Kyung-jin, seorang polisi wanita yang rada tomboy dan galak tapi cantik. Suatu hari Kyung-jin ketemu nggak sengaja sama Go Myung-woo yang diperankan oleh Jang Hyuk. Kyung-jin nggak sengaja menangkap Myung-woo karena dikiranya Myung-woo adalah seorang jambret. Sesudah kejadian tersebut mereka pun saling kenal hingga akhirnya di tengah-tengah cerita mereka jatuh cinta dan pacaran. Hanya saja takdir rupanya berkata lain, Myung-woo mati tertembak saat dia hendak membantu Kyung-jin yang saat itu sedang mengejar penjahat. Kyung-jin pun merasa bersalah atas kematian Myung-woo. Dia beberapa kali mencoba bunuh diri untuk menyusul Myung-woo, namun sosok Myung-woo selalu muncul menolong Kyung-jin dalam bentuk angin menggagalkan setiap usaha bunuh diri Kyung-jin. Hingga akhirnya Kyung-jin pun menerima dengan ikhlas kepergian Myung-woo.

Nah, film yang dirilis tahun 2004 ini disutradarai oleh Kwak Jae-yong dan mendapat ranking 8 highest grossing Korean film 2004. Makanya Readers, buat yang belum nonton coba deh ditonton film ini. Lumayan seru kok..

cheers^^

Sabtu, 05 Maret 2011

Wedding Dress (Korean Movie)

dear Readers,
ada film baru nih..mungkin nggak baru-baru banget sih.dirilisnya tahun 2010 yang lalu sebenernya tapi aku baru nonton kemarin jadi boleh dong kalo aku sedikit share dan ngasih sedikit info tentang film ini.hehehe


Film ini menceritakan seorang perancang busana pengantin wanita sekaligus single parent bernama Seo Go-eun (Song Yoon-ah) yang memiliki seorang anak perempuan kecil bernama Jang So-ra (Kim Hyang-ki). Seo Go-eun alias si ibu sangat sibuk dengan pekerjaannya tersebut, sedangkan si anak selalu merasa kurang diperhatikan sehingga ia menjadi anank yang keras kepala dan kurang peduli pada orang-orang di sekitarnya. Singkat cerita suatu hari diketahui bahwa Go-eun memiliki penyakit mematikan yakni kanker lambung, akan tetapi anaknya So-ra belum mengetahui akan hal tersebut. Sadar karena sisa hidupnya yang tinggal sebentar lagi maka Go-eun pun melakukan berbagai macam hal untuk menyenangkan hati So-ra putri satu-satunya tersebut. Dan So-ra pun pada akhirnya mengetahui tentang penyakit yang diderita ibunya dan berpura-pura tidak tahu. Namun dibalik kepura-puraannya tersebut So-ra berusaha memenuhi impian-impian ibunya, salah satunya adalah untuk melihat ia menari balet di atas panggung.
Film yang disutradarai Hyeong Jin-kwon ini memang patut diacungi jempol. Mulai dari jalan cerita yang mengalir hingga penonton dibuat seakan-akan merasakan emosi yang ada dalam film tersebut. Selain itu terdapat pelajaran berharga juga yang terkandung dalam film tersebut.

So, Readers apakah kalian semua tertarik untuk menonton film tersebut?^^
Aku sih nangis waktu nonton film itu.Hehehehe. Emang Korea jago banget bikin film yang memancing emosi penontonnya dehh :)
Cepet ditonton deh..Recommended banget :)

Cheers^^

Kamis, 03 Juni 2010

Meresensi Resensi Film New Moon

Nama : Intan Ekapratiwi
NIM : 08/267794/SA/14293
Mata Kuliah : Menulis Kreatif


Meresensi Resensi

Resensi Film New Moon yang ditulis oleh Rebecca Muray dalam about.com

Let's call it like it is. New Moon is critic-proof. I doubt there's anyone out there going, "Well, I saw Twilight, I want to see what happens with Edward and Bella, I want to see Jacob wolf-out, but I'll wait and see what the critics have to say about New Moon before buying a ticket." If you're a Twilight fan, you're going to go - likely multiple times - to see New Moon in a theater.
I realize I could say New Moon's the worst movie ever made and that declaration wouldn't influence anyone. I know that. (Before you attack, I'm not saying New Moon is the worst movie ever made. That was just to illustrate a point.) That said, it's still my job to write up a review. Take it as you like, and know that before I defected to True Blood, I loved the Twilight books - although New Moon was not my favorite of the series. I still think they're great entertainment for their intended target audience, and I believe Twilight fans are going to eat up New Moon. They'll be howling over the new batch of shirtless hunks, and there's a bit more romance as well as much more of Taylor Lautner who proves why he was the right guy to play Jacob Black. Lautner's charming enough that he might even sway a few Team Edward members over to Team Jacob. Lautner's got talent, something you wouldn't know from just seeing Twilight, and he's pretty much capable of handling the leading man duties thrust on him in this second Twilight installment.

And guys, director Chris Weitz and screenwriter Melissa Rosenberg left out some of Stephenie Meyer's more cheesy romantic lines, opting instead to insert more action in order to widen the film's audience appeal. That's a smart move, but one that may leave diehard Twilight fans disappointed. Gone are some of the more intimate declarations of love, there's a lack of intimacy in the scenes with Edward, and the conversations between Bella and Edward leading up to a visit with the Volturi and immediately after their visit are greatly truncated - probably to make room for a new Volturi fight scene created just for the film. Also, many of the conversations Bella has with Alice, the girl talks where they catch up and look to the future, are MIA. Is that to move the story along or make it more accessible for males? I'm leaning toward the latter. However, there is much more Edward in New Moon the movie than there was in New Moon the book. Granted, it is a ghostly Edward that's kind of creepy and off-putting, but Patterson fans may get behind his increased presence.
The Story in a Nutshell
Alice, ever the party animal, throws a birthday party for the reluctant Bella (Kristen Stewart) who doesn't want to age and hates to be the center of attention. A small mishap with wrapping paper finds Bella smack dab in the middle of some thirsty vampires. Jasper in particular has a hard time dealing with a bleeding Bella. Though she's not mortally wounded, Edward (Robert Pattinson) can read the writing on the wall and breaks it off with Bella, telling her he doesn't want her anymore.
Devastated, Bella retreats inward, neglecting her friends and shutting herself off from anything that could remind her of Edward. But after being threatened by her dad, Charlie (Billy Burke), that he's going to send her back to her mom, Bella discovers that if she puts herself in danger, Edward will come to her in a vision telling her to knock it off. This prompts her to buy motorcycles for her childhood friend-turned muscled hunk Jacob (Taylor Lautner) to fix up. Getting closer to Jacob helps Bella make it through the long days, but she's still pining for her brooding vampire.
Meanwhile, Jacob and his pack of friends are getting all wolfy, there's a vampire with a score to settle on the loose, and Alice (Ashley Greene) is still sort of keeping track of Bella's movements using her special power to see the future, which leads to a major misunderstanding and a life-threatening visit with the Volturi.
The Good, The Bad, and the Bottom Line
Let's start with the bad: Alice is drastically short-changed in this adaptation. Blink and you'll miss the Cullens, which isn't Weitz' or Rosenberg's fault. Meyer's pretty much left them out of New Moon so they have next to nothing to do after setting events into motion. We don't get to know the wolfpack at all. They're interchangeable with no single character standing out. And though I call Meyer's lovey-dovey talk cheesy, I still missed the romantic scenes as she wrote them in the book.

The good? The acting's better in New Moon than it was in Twilight. It's easy to tell the leads and the returning supporting players have grown more comfortable in their characters' skin. Michael Sheen, of course, steals any scene he's in, Anna Kendrick is the best of the young group as the snotty, fake friend of Bella's, and Taylor Lautner handles the lead far better than you'd expect. Robert Pattinson doesn't have much to do other than look brooding - and he does that well - so it's up to Lautner to carry the romantic male lead. And Pattinson fans may take offense to this, but I believe the onscreen chemistry is better between Kristen Stewart and Lautner than it is between Stewart and Pattinson. There's a light in her eyes in her one-on-one scenes with Lautner that wasn't there in Twilight. Then again, it could be what director Weitz got out of Stewart this time that Catherine Hardwicke didn't manage to do in Twilight. Stewart doesn't play with her hair in New Moon, which annoyed me to no end in Twilight, and overall her performance is an improvement from the first film. It's still a downer, but Bella's going through a lot in this one so Stewart's near-constant frown is at least justified this time.

Also better this time around are the make-up jobs done on the Cullen family. The vampires don't look as pasty and peculiar in New Moon as they did in Twilight, although I wish someone had chosen a different wig for poor Jackson Rathbone as Jasper. It's just too ridiculous. And the fight scenes are shot better and feel more threatening and real in New Moon as compared to the big fight scene between Edward and James in Twilight.
New Moon's not going to win any awards other than those voted on by fans, but that's not the point of the movie anyway. Will it satisfy the legion of Twilight fans who love these vegetarian vampires, the Indians who turn into wolves to protect their people, and the shy high school student who's a supernatural creature magnet? Yes, for the most part. But, and I found this quite telling, I watched New Moon twice before writing this review - once with just members of the media for the press junket and once with Twilight fans at a preview screening. The Twilight fans reacted much the way the press did, laughing at dramatic scenes that were unintentionally funny and at the first appearances of the CGI wolves. Hardly any of the Twilight fans clapped at the end and I overheard more than one person expressing their dislike for the way the story wrapped up.

That said, if you liked Twilight, you'll probably be happy with New Moon. On the other hand, if you weren't into Twilight, New Moon's not going to sell you on the franchise. Readers of the books and followers of the first Twilight movie know exactly what they're in store for with New Moon, and Weitz and writer Rosenberg do a fairly good job of satisfying those expectations. It retains the spirit of Meyer's second book and provides eye candy galore. It's just too bad the story itself isn't all that interesting.
GRADE: C+

komentar :
Review film New Moon yang ditulis oleh Rebecca Murray dalam about.com ini boleh dibilang cukup sadis. Selain grade yang diberikan oleh Muray pada film ini yaitu C+ boleh dibilang Muray cukup tegas dalam blak-blakan mengkritik kekurangan di sana sini dalam film New Moon tersebut. Misalnya saja hal-hal mendasar seperti alur cerita yang menurutnya kurang romantis dan tidak seperti yang tertulis dalam novel. Atau perubahan karena kurangnya penampilan keluarga Cullen dalam film tersebut. Namun dalam resensinya Murray juga menambahkan nilai plus dari film New Moon tersebut seperti misalnya make up keluarga Cullen yang ditampilkan dalam New Moon lebih baik daripada dalam film sebelumnya yaitu Twilight. Lalu Murray juga membahas tentang akting dalam New Moon yang juga dinilainya lebih baik setidaknya daripada Twilight dan para pemain utama lebih banyak memberi kemajuan dalam akting dalam New Moon. Dalam review-nya tersebut Murray juga menuliskan garis besar cerita New Moon secara keseluruhan dan memperbandingkan pengaruh cerita New Moon yang menghilangkan alur cerita romantic cheesy-nya padahal karena alur cerita yang seperti itulah Twilight dulunya sukses. Murray sendiri juga menggambarkan betapa kecewanya para penggemar Twilight begitu mereka melihat New Moon. Secara keseluruhan review yang dibuat oleh Murray ini cukup menarik dan jelas bagi para pembacanya. Karena selain ia mencantumkan garis besar film secara keseluruhan, ia juga tidak hanya mengkritik tapi juga memuji sekalipun nilai yang diberikannya tidaklah terlalu baik.

Rabu, 02 Juni 2010

Resensi Film 500 Days of Summer

Nama : Intan Ekapratiwi
NIM : 08/267794/SA/14293
Mata Kuliah : Menulis Kreatif


Resensi Film 500 Days of Summer




Film yang dirilis tahun 2009 yang lalu ini merupakan film bergenre drama komedi romantis yang menceritakan kisah Tom Hansen (Joseph Gordon-Levitt) yang merupakan lulusan arsitek namun bekerja menjadi seorang penulis pada sebuah perusahaan kartu ucapan. Suatu hari Tom bertemu dengan Summer Finn (Zooey Deschanel) seorang asisten baru di tempat Tom bekerja. Mereka berdua awalnya tidak begitu dekat satu sama lain hingga pada malam karaokean para pekerja di perusahaan kartu tersebut Tom diketahui diam-diam tertarik kepada Summer. Kedekatan mereka pun dimulai beberapa bulan kemudian. Meskipun Summer jelas-jelas menyatakan bahwa ia tidak percaya pada true love dan tidak menginginkan seorang pacar namun sikap yang ditunjukkan Summer kepada Tom seakan-akan ia menyukai Tom dan mereka bertingkah layaknya sepasang kekasih. Hingga pada suatu hari mereka bertengkar dan mereka pun “putus”.
Film yang disutradarai oleh Marc Webb ini memiliki alur cerita maju mundur yang cukup unik dalam 500 hari cerita antara Tom dan Summer. Cerita yng disajikan pun cukup ringan dan mendekati kehidupan sehari-hari karena mengangkat tema cinta. Hanya saja mungkin jika kita tidak terbiasa menonton film dengan alur maju mundur akan sedikit bingung di awal film sehingga perlu waktu untuk berpikir dan mengikuti alur cerita. Namun secara keseluruhan film ini cukup layak ditonton karena berbeda dengan film cinta-cintaan lainnya. Seperti tagline yang diangkat oleh film ini sendiri “This is not a love story. This is a story about love”.

Sabtu, 08 Mei 2010

cin(T)a

semalem gue nonton film indie dari temen gue anak fisipol ugm..,
judulnya cin(T)a
filmnya keren looohhh..,
tentang cewek sama cowok beda agama dan suku yang saling jatuh cinta
wahh..
pokoknya filmnya ngajarin tentang perbedaan yang ada tapi tetap semua adalah kesatuan
belajar tentang toleransi...
kereeeennn pokoknya
recommended banget kalo yg blm pernah nonton..,
filmnya udah dari taun 2009 sih
film ini  sempat diputar di National Film Theater-British, Film Institute London pada 29 Mei 2009 lalu, dan berkeliling ke beberapa kampus di Inggris
di Indonesia, cin(T)a juga sempat ditayangkan pada Jogja-Netpac Asian Film Festival 2009 dan menjadi film penutup Indonesia Film Festival 2009 di Melbourne
film ini pernah diputer di Blitzmegaplex Jakarta lohhh...
waaaahhhh....... :)