tadi pagi gue cabut ke poliklinik gigi dan mulut-nya RSUP Dr.Sardjito
dengan tujuan memeriksakan gigi geraham gue yang sebelah kiri bawah yang udah bukan bolong lagi alias groak itu..hahahahaha
sampai sana gue daftar dan eng ing eng...rupa-rupanya poli gigi dan mulut pindah ke lantai 3 masih di gedung yang cukup dekat dengan tempat pendaftaran..
minggu lalu sebenernya gue udah periksa gigi dan si geraham groak itu udah di tambal sementara dan gue seharusnya kudu balik dua hari sesudah penambalan sementara si geraham..
tapi berhubung gue nggak ada duit alhasil baru balik hari ini..
sampai di poli gigi dan mulut gue nunggu kan...
waktu saat itu menunjukkan pukul setengah sembilan pagi dan waktu itu ada dua orang yang sedang menunggu di ruang tunggu poli tersebut...
lima menit berlalu tapi kok dokternya nggak manggil2 pasiennya..
lima belas menit kemudian segala sesuatunya masih belum berubah...tapi pasien makin nambah...
dua puluh menit keadaan tetap sama...
dan akhirnya satu jam berlalu ketika sang dokter yang bertubuh lumayan besar datang...
dan satu persatu pasien pun dipanggil..
saat tiba giliran gue, gue pun masuk ruang periksa...
diutak atik lagi lah geraham malang tersebut, dan si suster pun sempet marahin gue karena gue balik setelah seminggu..,
alhasil gigi gue dikasi obat lagi biar nggak sakit baru bisa ditambal permanen...
eng ing eng dokter pun datang.....
dia ikut ngutak ngatik si geraham groak dan lagi-lagi gue diomelin sama sang dokter...,
yang membuat gue melongo adalah dandanan sang dokter yang sumpah gaoooolllll abieeeesss....
hahahahahahahaha :)
kalian tau???
bahkan dia make topi baret gitu tulisannya "501 navy" warna merah..,
ckckckckckck... begitu gue perhatiin kukunya alamaaaaakkk...........
kukunya di cat warna warni trus dilukis!!!
suer gaul gila!
hahahahahahahahahaha :)
baru kali itu liat dokter gigi yang gaul banget...
trus2 gue kan satu ruangan sama anak kecil..,anak kecilnya tu takut ke dokter gigi sebenernya
trus pas dia diperiksa kan dia nggak mau.,
eh suster yang nanganin gue blg gini
suster : eh jangan nangis.,liat ni mbaknya aja berani....nggak sakit kan mbak?? (tanyanya sambil melirik ke arah gue)
gue : ho'o (menjawab dengan mulut mangap dan geraham malang sedang dibor)
suster : tu kaaannn mbaknya yang cantik ni nggak sakit kok katanya
gue : apa???cantik???hahahahhahahaha (dalam hati saja...zZzZzz)
dan si adik kecil itupun berani diperiksa sama bu dokter nyentrik..hehehehehehehe
alhasil karena minggu lalu gue bandel gara-gara baru balik ke dokter gigi sekarang jadinya gue harus balik lagi deh hari senin..,
masih ketemu bu dokter nyentrik nggak ya??
hehehehehehhehe :)
Followers
Jumat, 30 April 2010
Selasa, 27 April 2010
bersungut-sungut
mungkin tiap orang dari kita pernah bersungut-sungut
entah dalam masalah sekecil apapun kita pasti bersungut-sungut ketika menemui kesulitan atau dalam posisi terjepit
hari ini saya belajar tentang bersungut-sungut lewat saat teduh saya tadi pagi
kebetulan tadi pagi saat teduh saya tentang bersungut-sungut
bangsa Israel pada Keluaran 17 : 1-7 diceritakan bersungut-sungut pada Tuhan ketika mereka mengalami krisis air..
disitu diceritakan Musa yang membawa bangsa tersebut keluar dari Mesir pun turut dikambing hitamkan oleh bangsa Israel..
mereka merasa ketika mereka keluar dari Mesir mereka mengalami kesulitan salah satunya ya air minum tersebut
mereka mempertanyakan Tuhan dan mulai berpikir bahwa lebih enak di Mesir saja tidak perlu repot-repot mencari air karena telah tersedia
terkadang kita seperti bangsa Israel
ketika menemui masalah sekecil apapun itu kita malah mencari kambing hitam dan mulai deh bersungut-sungut kenapa ini begini, kenapa harus begini, kok kayak gini, dan bla bla bla lainnya
tanpa berusaha dahulu berpikir dengan akal sehat dan bukannya mencari Tuhan
padahal Tuhan selalu ada untuk kita,
Dia mendengar seruan kita
dan seharusnyalah kita berseru kepadaNya meminta pertolongan,
bukan malah bersungut-sungut..,
bersungut-sungut merugikan loh
masalah yang ada belum tentu selesai dengan bersungut-sungut
oleh karena itu mendingan kita belajar untuk tidak bersungut-sungut
melainkan berseru kepada Tuhan
Tuhan ada kok buat kita
Dia nggak pernah ninggalin kita
dan Dia pasti dengerin seruan kita
jadi belajar yuk nggak bersungut-sungut lagi....
Tuhan Memberkati
entah dalam masalah sekecil apapun kita pasti bersungut-sungut ketika menemui kesulitan atau dalam posisi terjepit
hari ini saya belajar tentang bersungut-sungut lewat saat teduh saya tadi pagi
kebetulan tadi pagi saat teduh saya tentang bersungut-sungut
bangsa Israel pada Keluaran 17 : 1-7 diceritakan bersungut-sungut pada Tuhan ketika mereka mengalami krisis air..
disitu diceritakan Musa yang membawa bangsa tersebut keluar dari Mesir pun turut dikambing hitamkan oleh bangsa Israel..
mereka merasa ketika mereka keluar dari Mesir mereka mengalami kesulitan salah satunya ya air minum tersebut
mereka mempertanyakan Tuhan dan mulai berpikir bahwa lebih enak di Mesir saja tidak perlu repot-repot mencari air karena telah tersedia
terkadang kita seperti bangsa Israel
ketika menemui masalah sekecil apapun itu kita malah mencari kambing hitam dan mulai deh bersungut-sungut kenapa ini begini, kenapa harus begini, kok kayak gini, dan bla bla bla lainnya
tanpa berusaha dahulu berpikir dengan akal sehat dan bukannya mencari Tuhan
padahal Tuhan selalu ada untuk kita,
Dia mendengar seruan kita
dan seharusnyalah kita berseru kepadaNya meminta pertolongan,
bukan malah bersungut-sungut..,
bersungut-sungut merugikan loh
masalah yang ada belum tentu selesai dengan bersungut-sungut
oleh karena itu mendingan kita belajar untuk tidak bersungut-sungut
melainkan berseru kepada Tuhan
Tuhan ada kok buat kita
Dia nggak pernah ninggalin kita
dan Dia pasti dengerin seruan kita
jadi belajar yuk nggak bersungut-sungut lagi....
selamat hari Selasa..
dan selamat belajar untuk tidak bersungut-sungut hari ini dan juga untuk hari ke depannya... :)
Senin, 26 April 2010
aku sendiri sebenarnya bukan seorang pemilih
pernahkah kalian dihadapkan pada pilihan??
ku yakin pasti pernah
dalam hidup ini selalu ada pilihan
pilihan untuk makan apa
pilihan untuk memakai baju apa hari ini
pilihan untuk melanjutkan studi di mana
pilihan untuk membeli buku ekonomi atau komik
pilihan untuk belanja atau menabung
pilihan untuk bekerja di perusahaan atau wiraswasta
dan bahkan untuk memutuskan siapa kelak yang akan menjadi pasangan hidup kita yang akan menemani kita kelak berbagi suka dan duka hingga maut memisahkan kita.,itu pun merupakan pilihan
aku sendiri sebenarnya bukan seorang yang pemilih
aku sebenarnya menerima segala sesuatu apa adanya dan tidak banyak menuntut macam-macam
aku makan apa adanya dan seadanya
aku memakai baju apa yang ada dalam lemari pakaianku ketika aku hendak berangkat ke kampus
aku membeli apa yang mau ku baca di rumah nantinya ketika aku sedang berada di toko buku
aku akan berbelanja jika memang ada uang dan ketika tidak ada uang aku berhemat dengan menabung
semuanya kujalani tanpa rasa macam-macam
tak menuntut banyak pilihan
kalo ada ya ayoo tapi kalo ngak ada ya apa adanya
toh hidup ini sudah sulit
mengapakah kita harus membuatnya tambah sulit??
aku sendiri sebenarnya bukan seorang yang pemilih
ku jalani hidupku apa adanya
bagai air mengalir tapi aku harus punya muara
aku harus punya tujuan dalam hidupku
ketika kita membirakan segala sesuatunya mengalir begitu saja tanpa ada muara yang jelas dalam kehidupan kita terkadang ketika segala sesuatunya mulai sulit kita sendiri akan mulai goyah dan bimbang seakan-akan kau hendak tenggelam terseret ke dalam aliran air yang tidak jelas muaranya itu
mungkin kau akan terseret ke muara yang satunya atau yang satunya atau yang satunya lagi atau malah ke muara yang lain lagi
dan itu akan menjadi lebih sulit dari yang seharusnya
oleh karena itu aku pun berusaha memiliki muara hidupku sendiri
aku bagai air mengalir yang jelas tujuan akan bermuara ke mana nantinya aku
aku sendiri sebenarnya bukan seorang pemilih
ketika aku mulai menyadari aku mulai bertambah dewasa baik fisik maupun pikiranku aku mulai berpikir akan masa depanku
masa depanku kelak nantinya ketika aku berusia 20 tahun, ketika aku berusia 25 tahun, ketika aku berusia 30 tahun, ketika aku berusia 40 tahun, ketika aku berusia 50 tahun, dan aku akan bersyukur ketika aku masih dapat membayangkan diriku telah berusia 80 tahun
masa depanku nantinya ketika aku lulus kuliah, bekerja, menikah, memiliki anak, memiliki cucu
masa depanku nantinya…
indah bukan??
memikirkan hal-hal tersebut, memiliki rencana dalam hidup, menginginkan yang terbaik dalam hidup, dan mencoba perlahan mengaplikasikannya dalam hidup kita
kedengarannya akan sangat menyenangkan
tapi justru sebaliknya akan sangat menantang
aku sendiri sebenarnya bukan seorang pemilih
ketika dulu aku diperhadapkan melanjutkan kuliah dimana setelah lulus SMA
atau malah dulu aku juga diperhadapkan pada pilihan kuliah atau kerja selepas SMA?
akh, aku sudah lupa..hehehehe :)
yang jelas UGM sudah menjadi universitas tujuanku selepas SMA
aku sudah memikirkan masuk dan kuliah di UGM sejak aku kelas 2 SMA
hanya saja mungkin jurusan yang ku pelajari saat ini bukanlah pilihanku yang “benar-benar pilihanku”
aku tidak hendak mengatakan aku salah pilih!
hanya saja aku diperhadapkan pada pilihan lain dan pilihan lain itulah yang jatuh ke tanganku
ku rasa dalam hal ini ada kehendak Tuhan
campur tanganNya dalam kehidupanku yang menjadikan aku harus berhadapan dengan pilihan lain dari pilihanku sendiri
dan bahkan aku sendiri tidak berhak apapun atas pilihanku itu ketika kehendak Tuhan lah yang jadi
aku sendiri sebenarnya bukan seorang pemilih
ketika aku mulai beranjak dewasa dan mengerti artinya dicintai dan mencintai
ketika aku mulai merasakan dan berkata “aku jatuh cinta” pada seorang teman laki-lakiku
ketika aku mulai diam-diam memiliki harapan saat mencintai dirinya dan tahu bahwa dia juga merasakan hal yang sama denganku
itu semua mungkin pilihan
pilihan ketika aku akhirnya memilih untuk tertarik pada dirinya
pilihan ketika aku mulai jatuh cinta pada dirinya
pilihan ketika aku mulai berharap lebih dari hubungan kami ini
itu pilihanku
bisa saja mungkin aku tidak memilih tertarik padanya
bisa saja mungkin aku tidak jatuh cinta padanya
bisa saja mungkin aku tidak berharap lebih dari hubungan kami ini
itu juga pilihan bukan??
aku sendiri sebenarnya bukan seorang pemilih
tapi aku memiliki kriteria khusus untuk pasangan hidupku kelak
untuk seseorang yang kelak akan berbagi suka dan duka bersamaku baik sakit maupun sehat baik tertawa maupun menangis baik susah maupun senang baik marah ataupun diam
untuk seseorang yang kelak akan berbagi kisah hidup denganku
untuk seseorang yang kelak akan menjadi bapak bagi anak-anakku
untuk seseorang yang kelak akan menjadi panutanku
untuk seseorang yang kelak akan menjadi kebanggaanku
untuk seseorang yang kelak akan menasihatiku
untuk seseorang yang kelak akan menyayangiku sepenuh hatinya
untuk seseorang yang kelak akan tulus mengasihiku
untuk seseorang yang kelak akan mengingatkanku
untuk seseorang yang kelak akan bertumbuh dalam Tuhan bersama-sama denganku
aku sendiri sebenarnya bukan seorang pemilih
ketika aku memutuskan untuk berpacaran hanya sekali seumur hidup sebelum aku menikah nantinya
ketika aku memutuskan cintaku takkan pernah ku bagi pada orang lain sebelumnya
ketika aku memutuskan untuk sendiri bahkan sampai di usiaku yang ke 20 tahun ini aku masih terus mencari sosok yang dapat melengkapiku
mencari dan bukan memilih
mungkin memilih
memilih sesuai kriteria yang sudah ku tetapkan
memilih berdasarkan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupku
bukan hanya dengan kata-kata “kita nggak cocok” lantas putus begitu saja seperti kebanyakan orang
atau dengan kata-kata “kamu terlalu egois” dan bla bla bla...
sadar?
kita dihadapkan pada banyak pilihan
pilihan untuk terus menerimanya apa adanya atau memilih mencari dan terus mencari sampai ketemu yang pas dan cocok.,
aku tidak mau
aku sendiri sebenarnya bukan seorang pemilih
dalam hubungan aku berusaha menerima seseorang dengan lapang dada dan berbesar hati
karena aku tahu aku bukanlah seorang pemilih dan dia bukanlah pilihan!
lagipula tidak ada seorang pun yang sempurna bukan?
mungkin kau terus mencari dan memilih-milih seakan-akan segala sesuatunya barang obralan atau diskonan
dan aku pun juga bukan pilihan!
aku sendiri sebenarnya bukan seorang pemilih
tapi ketika aku harus diperhadapkan menjauhinya, menunggunya dan mendoakannya selama 2 tahun atau malah meninggalkannya dan menyerah begitu saja aku menjadi bingung
aku tak suka memilih
tak bisakah aku memiliki pilihan lain lagi??
terkadang egomu tak dapat kau selami
pikiranmu dan perasaanmu terkadang tak sejalan
tapi kau tetap harus memilih
ya., memilih…
sampai aku yakin aku pun memilih yang tepat dan aku akan tiba di muara yang tepat juga
Langganan:
Postingan (Atom)