Followers

Senin, 12 September 2011

Candi Ratu Boko


Yo Yo Yo… kayaknya blog-ku akhir-akhir ini temanya jalan-jalan semua nih. Udah kemarin ada dari Serang, trus ke Paris alias pantai Parangtritis, dan sekarang gilirannya Candi Ratu Boko. Yup, candi Ratu Boko. Ada yang belum pernah denger namanya? Mungkin agak asing di telinga karena memang nggak setenar Candi Prambanan atau Candi Borobudur, tapi yang jelas candi yang terletak di daerah Prambanan ini menawarkan pemandangan yang juga luar biasa indah.


Obyek wisata Ratu Boko terletak kurang lebih 2 km ke arah selatan candi Prambanan, 18 km arah timur kota Jogja, dan 50 km dari arah barat kota Solo. Candi ini terletak di atas bukit yang merupakan kelanjutan pegunungan seribu seluas kurang lebih 250.000 m²dengan ketinggian kurang lebih 195.97 m.


Well, buat kalian yang mau berkunjung ke candi Ratu Boko ini aku saranin sih datang menjelang sunset. Cobain deh suasana sunset sekali-sekali dari tempat ini. Dijamin romantis abis dan keren banget. Selain karena letaknya yang tinggi tadi—jadi bisa lihat pemandangan kota Prambanan—tempat ini juga keren buat dijadiin tempat foto-foto. Gak percaya? Nanti aku kasih liat beberapa foto-foto hasil jepretanku dan pacarku, Andre, disana.


Hmm.. untuk tiket masuk ke candi Ratu Boko ini terbilang terjangkau kok. Cukup dengan Rp 22.000 (2 orang dan satu kendaraan bermotor) kita bisa masuk candi dan menikmati indahnya panorama yang ada. Makin seru juga ketika lihat kandang dengan beberapa ekor rusa  di dalamnya yang letaknya gak jauh dari pintu masuk. Aaaaaahhhhh, jadi pengen kesana lagi dan stay lebih lama—soalnya tadi cuma sebentar -______________-


FYI aja nih, nama Kraton Ratu Boko berasal dari Kraton dan Ratu Boko. Kraton berasal dari kata Ka-da-tu-an yang artinya tempat istana raja, Ratu Boko berasal dari Ratu yang berarti Raja dan Boko berarti bangau. Pengertian ini kemudian menimbulkan pertanyaan. Siapa yang disebut raja bangau itu, apakah nama seorang penguasa atau nama burung bangau sungguhan yang sering hinggap di kawasan perbukitan Ratu Boko. Seperti diketahui bahwa pada bagian utara, barat, dan selatan dari perbukitan Ratu Boko merupakan tanah ngarai yang amat luas dan subur untuk daerah pertanian, sedangkan di bukit Ratu Boko sendiri terdapat kolam-kolam sebagai tendon air dari yang berukuran besar sampai kecil.


So, penasaran? Hahahahaha, ayooo datang aja ke sana.. dijamin asyik tempatnya loh, Guys.


Cheers^^


Minggu, 11 September 2011

from Parangtritis with Love


Woyoo, sekarang giliran cerita dari tanah Jogja khususnya Bantul dan khususnya lagi dari Pantai Parangtritis. Pantai yang jaraknya kurang lebih 25 km dari kota Jogja ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang berlibur ke Jogja. Ga heran hari Sabtu kemarin aku kesana cukup banyak orang yang menghabiskan weekend mereka kesana. http://www.smileycodes.info


Yah, ga begitu banyak cerita tentang Parangtritis karena aku sendiri juga disana hanya sekitar 1 jam. Angin pantai yang besar banget dan pasir-pasir yang beterbangan di Pantai Parangtritis agak kurang nyaman buatku *aku pakai soflens* lagipula kalau boleh dibandingkan aku memang lebih menikmati daya tarik dari pantai-pantai di Gunung Kidul yang masih “perawan” dengan pasir putihnya seperti halnya di Pantai Krakal ataupun Drini. But overall, Parangtritis juga menyajikan pemandangan mengesankan dari dahsyatnya laut di selatan pulau Jawa.  http://www.smileycodes.info


Begitu masuk ke pintu kawasan obyek wisata Parangtritis aku dan pacarku dikenai biaya Rp 7.000 untuk 2 orang dan 1 kendaraan bermotor beroda dua. Kemudian kami melanjutkan perjalanan beberapa ratus meter ke depan menuju obyek wisatanya. Sesampai di tugu penghormatan Jend. Sudirman kami pun belok dan memarkirkan kendaraan kami pada tempat-tempat yang menawarkan jasa parkir. Ohya, untuk biaya parkir motor biasanya dikenakan Rp 3.000. Berjalan ke arah pantai banyak terlihat penjual kacamata! (seperti yang tadi udah ku bilang, angin pantai disini kencang banget dan pasirnya yang halus beterbangan kemana mana, jadi agak beresiko mengenai mata alias kelilipan. Maka disarankan untuk memakai kacamata saat ke sana). Kemudian ada juga yang menawarkan jasa sewa ATV, kuda, dan juga kereta kuda. 


Well, mungkin buat kalian yang mau liburan tapi ga terlalu jauh dari Kota Jogja bisa datang ke Kabupaten Bantul dan singgah di Parangtritis. Cukup menghibur kok dengan main-main air di pantai atau main-main pasir di pinggir pantainya. Oh iya, satu hal lagi. Kalau di Parangtritis banyak banget warning “dilarang berenang” alias “no swimming”, mungkin karena ombaknya besar banget dan emang bahaya karena emang langsung ke laut selatan yang ganas *lebay*. Yah pokoknya demi keselamatan sih ikuti aja rambu-rambu yang ada ya, Guys.


Happy weekendhttp://www.smileycodes.info




Andre dan Intan



perlu pakai kacamata biar ga kelilipan pasir pantainya tuh

cheers^^

cerita dari Serang


Hello Folks, finally nulis lagi dan kembali lagi ke Jogja.. http://www.smileycodes.info
Jadi ceritanya kemarin ini pas liburan Lebaran aku pulang ke rumah, setelah sekian lama ga bisa pulang karena kuliah dan juga KKN, tapi akhirnya datang juga kesempatan untuk pulang dan aku pun memanfaatkan kesempatan tersebut.
Ada banyak cerita dari Kota Serang. Liburan kemarin aku sempat main ke Pantai Anyer, trus nyobain makanan khas Serang yakni rabeg, sampai nyobain nasi uduk khas Serang (yang beda banget sama nasi uduk yang biasa aku makan). Pokoknya intinya mah liburan Lebaran kemarin bener-bener menyenangkan dan sejujurnya sih masih kurang liburnya

Oke, cerita dari Anyer dulu aja kali ya? Aku jalan ke Anyer bareng Mama, Papa, dan kedua adikku si Ivan dan Immanuel. Nah ceritanya kalo dari Serang menuju Anyer tuh Cuma 1 jam aja waktu yang diperlukan apabila dalam kondisi hari biasa. Namun ternyata waktu yang kemarin kami butuhkan sekitar 1,5 jam karena pas banget sama Lebaran hari kedua dan semua orang pada keluar entah untuk silaturahmi ataupun jalan-jalan. Jadi kalo dibilang emang agak “macet”. Nah di Anyer (sebenernya pantai yang kami datangi tuh sesudah Pantai Carita sih, dan aku lupa namanya apa, tapi yang pasti itu pantai dengan batu-batu karang) kami sekeluarga mainan air dengan cara berjalan di atas karang. Papaku sengaja pilih pantai yang berkarang biar bisa jalan sampai agak ke tengah dan mainan ombak. Pantai di Anyer emang ga sebersih yang di Gunung Kidul (red : baca gunung kidul hari ini ) tapi seenggaknya lebih baik daripada Ancol (ya iyalah!). airnya sendiri cukup jernih sih untuk bisa melihat biota-biota laut yang ada di antara karang-karang, Cuma sayang aja mungkin karena kamera yang kami pakai untuk foto-foto memang kurang resolusinya jadi agak kurang bagus hasilnya. Tapi boleh dicoba tuh sesekali menikmati liburan dari pesisir Banten sana, Readers.

Lanjut pulangnya ke kota Serang kami pun membeli rabeg. Nah rabeg ini penampakannya mirip rawon dengan kuahnya yang hitam. Isinya? Wuih campuran daging kambing sama daging sapi, Guys. Uenaaaaaakkkk!!!!! Hahaha aku sih jujur aja suka sama rabeg, tapi buat kalian yang yang ga doyan daging kambing atau daging sapi ya jangan coba-coba nyobain rabeg ya. Rasanya gurih dan agak manis, pokoknya mantap deh. Enaknya dimakan pas hangat, dan cocok banget kalo dimakan pake nasi uduk. Jadi pengen makaaaaaaaannnnn.
 
Trus, lanjut ke nasi uduk khas kota Serang. Di Serang jangan pernah bayangin kalo nasi uduknya sama kayak nasi uduk di tempat lain ya. Nasi uduk disini memakai kuah! Hahaha. Waktu itu iseng-iseng kami sekeluarga makan nasi uduk di depan Lapas kota Serang. Nah disana tuh jual nasi uduk khas Serang dengan lauk yang juga bukan temannya nasi uduk. Well, sekedar mengingatkan aja ya. Nasi uduk biasanya disajikan bersama irisan telur dadar, bauran tempe, kadang pakai bihun atau mie, dan kerupuk. Trus bisa pakai lauk ayam goring atau telur, dsb. Nah kalo yang di Serang itu nasi uduknya pakai kuah! Iya, jadi nasi uduknya disajikan dengan kuah diatasnya. Entah kuah apa tapi rasanya mirip rabeg. Hahahaha. Selain itu dimakan bersama emping dan juga pilihan lauk seperti empal daging, telor asin, dan  telur balado. Nyam nyam, buat yang doyan kuliner ayo datang ke Kota Serang mencicipi nasi uduknya. Ketagihan deh.. http://www.smileycodes.info
Well, kayaknya ceritaku dari Serang segini aja dulu. Nanti kalo liburan kita pulang lagi, makan lagi, jalan-jalan lagi, trus nge-blog lagi deh. Oh ya, ada beberapa foto waktu di Anyer nih, enjoy it Folks http://www.smileycodes.info

Cheers,
Intan.


aih aih... -___-

mama, papa, Noel, 'n Intan

Intan dan Ivan : cheers!

Intan dan Noel : yaaayy!!!

me and my lovely brothers :)