Followers

Minggu, 06 Juni 2010

memilih pasangan hidup


            Adakah diantara Anda yang sedang bergumul dalam memilih pasangan hidup? Mungkin ada diantara Anda yang telah melewati tahap ini, atau ada diantara Anda yang mungkin belum terpikirkan untuk memikirkan pasangan hidup. Tapi saya yakin kebanyakan Anda di luar sana mungkin belum telalu paham bagaimana dan harus seperti apa Anda bersikap dalam mengambil keputusan penting tersebut.

            Memilih pasangan hidup merupakan keputusan yang sangat penting karena bersifat permanen dalam kehidupan seseorang. Anda tentunya tidak menginginkan terjadi perceraian atau perpisahan begitu anda telah berada di tengah-tengah ikatan pernikahan yang sah bukan? Dalam kehidupan orang Kristen ada dua keputusan yang sangat penting dalam hidupnya. Yang pertama ketika ia memutuskan untuk memilih Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan yang kedua ialah hal memutuskan untuk memilih pasangan hidup tersebut. Setiap orang Kristen perlu mempelajari dengan seksama apa yang tuhan katakan mengenai hal ini.

            Bersumber dari buku Memulai Hidup Baru (sebuah buku PA yang disusun oleh Tim Staff Perkantas-dimana buku tersebut saat ini menjadi buku PA saya bersama saudara-saudara KTB saya) saya sedikit banyak mulai mengerti dan mencoba mempelajari serta menggali lebih lagi tentang masalah pasangan hidup tersebut.


Sebenarnya apa sih pernikahan itu?
            Mungkin itu yang nantinya akan menjadi pertanyaan awal kita ketika kita mulai membicarakan tentang memilih pasangan hidup. Saya sendiri mungkin mencoba untuk memberi definisi yang tepat menurut pemahaman saya yaitu suatu fase dimana seorang laki-laki dan seorang perempuan (seorang saja loh yaaa…jangan banyak-banyak…hehehehe) menjadi mitra hidup untuk selamanya. Mereka menjadi satu dalam ikatan khusus yang disebut dengan pernikahan. Indah sekali bukan? 


Apa tujuan pernikahan itu sendiri?
            Menurut buku PA saya tersebut didapatkan bahwa pernikahan merupakan rencana Allah bagi manusia. Ada dua tujuan penting dalam pernikahan dan kedua tujuan penting ini tertulis dalam Alkitab. Yang pertama ialah untuk memperoleh keturunan. Seperti yang disebutkan dalam Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”. Ayat tersebut mengacu pada pernikahan adalah jalan Tuhan untuk lahir dan bertumbuhnya anak-anak di dunia. Oleh karena itu disinilah peran penting adanya pernikahan untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Tujuan kedua pernikahan adalah persahabatan yang sejati. Persahabatan sejati hanya dapat ditemui dalam ikatan pernikahan. Saling menghibur, saling menolong, saling memerlukan satu sama lain. Bersama-sama baik dalam suka maupun duka, miskin maupun kaya, sakit maupun sehat, sampai maut memisahkan. Itulah persahabatan sejati yang ditemui dalam ikatan pernikahan. Adam saja memiliki pasangan yang sepadan dengannya yaitu Hawa (Kejadian 2:18). Namun ada juga yang tidak menikah dan Yesus menjelaskan dalam Matius 19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian kerena kemauannya sendiri oleh karena kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.


Dan sekarang bagaimana kita menemukan pasangan hidup yang tepat dan sepadan menurut standar Allah?
            Oke, disini kita akan membahas lebih lanjut lagi akan tetapi saya ingin mengingatkan Anda jika saat ini anda mencintai pasangan Anda hanya karena kulit luarnya saja, Anda telah salah langkah. Bagaimana mungkin Anda bisa melanjutkan sampai ke tahap pernikahan apabila baru dalam tahap awal saja Anda hanya tertarik karena fisik luar yang kelihatan saja. Cinta yang sebenarnya haruslah tidak memandang luarnya saja, tapi juga dalamnya. Cinta murni seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 13 mulai dari ayat yang ke 4 sampai dengan 8 yaitu Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan..... Dan seperti itulah seharusnya kasih yang dibangun diatas dasar pernikahan. Allah pasti menyediakan yang terbaik bagi anak-anakNya. Pasti disini sengaja saya garis bawahi karena memang rencana Tuhan selalu yang terbaik bagi kita semua. Jika Allah menghendaki Ia pasti akan menuntun kita menemukan pasangan hidup yang sepadan dengan kita.
            Yang terutama dalam memilih pasangan hidup adalah kita harus menikah dengan sesama orang percaya. Terkadang ada orang Kristen yang berpacaran dengan orang yang bukan Kristen dan menganggap bahwa ia dapat membawa pacarnya tersebut pada Kristus dan berkata imannya sudah cukup kuat. Tapi jelas-jelas bukti dari kekuatan iman seseorang adalah ketaatannya pada kehendak Allah.
            Kemudian yang selanjutnya adalah ketika Anda memilih pasangan hidup, lihat juga karakter atau budi pekertinya. Tentu hal tersebut menjadi hal yang terpenting ketimbang anda melihat hanya dari daya tarik fisiknya. Lalu perhatikan juga hal-hal lain seperti kedewasaan imannya, penyerahan dirinya pada Tuhan, segi emosional dan intelektual, usia, latar belakang keluarganya, dll.


Lalu?
            Mungkin setelah membaca hal-hal tersebut Anda menjadi lebih berpikir panjang lagi ketika memutuskan untuk memilih pasangan hidup anda. Saya sendiri sebenarnya tidaklah berpengalaman dalam hal seperti ini. Tapi saya merindukan untuk membagikan apa yang telah saya dapati ini kepada Anda sekalian. Anda mungkin sedang bergumul saat ini seperti halnya saya. Dan semoga saja memang Anda terberkati oleh apa yang telah saya bagikan ini. Hahaha, semuanya memang tidaklah mudah. Segala sesuatu yang kita putuskan harus kita kembalikan lagi kepada yang diatas. Ingat! Tuhan pasti memberi yang terbaik bagi anda dan juga saya. Anda bisa menemukan kehendak Allah melalui Alkitab, doa, akal budi, keadaan, nasihat orang Kristen lain, dan damai dalam hati dalam memutuskan untuk memilih pasangan hidup. Dan sekali lagi saya ingatkan, jika kita mau sungguh-sungguh berserah pada kehendakNya dan mengutamakan kehendakNya, maka kita akan menemukan pasangan hidup yang sepadan. Jadi, selamat mencari kehendak Tuhan :)



sumber :  Alkitab
              12 Bahan PA Memulai Hidup Baru yang disusun oleh Tim Staff Perkantas

1 komentar:

  1. Hai Intan, salam kenal...
    berawal dari searching gambar Buku PA MHB, maka aq pun bertemu dgn blog mu.
    Aq dan KK (Kelompok Kecil) ku juga pake buku PA yg sama krn kami pun bentukan Perkantas di wilayah JKT. Sekarang aq udh menikah dan pas baca2 catatanku di MHB bab 10 spt yg kamu bahas di atas membuatku semakin mengagumi ALLAH bahwa rencana-Nya sungguh indah. Yup, menunggu pasangan hidup (PH) itu tiba memang sempat membuat bosan.. tapi ternyata dgn fokus pada ALLAH dan tidak melulu memikirkan PH membuat si PH datang sendiri..hehe.. emang yah klo udah waktuNya Tuhan gak akan ada yg bisa comment. Krn justru di saat menunggu tsb, Tuhan sedang membentuk kita mjd pribadi yg terbaik buat PH kita dan begitu jg sebaliknya... Suamiku jg sedang dibentuk Tuhan utk mjd yg terbaik utk ku.
    Wah, panjang juga comment ku.. maaf yah... ntar klo dilanjutin lagi bs buat kamu mupeng lagi, hehe..
    Selamat mencari kehendak Tuhan yah dek.. someday when you find him, gantian cerita.. ^_^
    salam hangat dari JKT.

    BalasHapus